KOMPAS.com - Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, kembali menegaskan preferensi menerapkan skema 3-5-2 meski timnya menunjukkan performa lebih baik setelah beralih ke formasi 4-3-3.
Dalam laga pekan ke-31 Liga Italia melawan Torino di San Siro pada Sabtu (21/3/2026), Milan menang tipis 3-2 setelah melakukan pergantian pola permainan di babak kedua.
Allegri memulai pertandingan dengan skema 3-5-2, namun dalam kondisi pertandingan yang menantang, ia memutuskan mengubah strategi menjadi 4-3-3 untuk meningkatkan daya serang timnya.
Para pengamat sebelumnya menilai formasi 3-5-2 kurang efektif karena Milan hanya mencetak tujuh gol sepanjang tahun ini. Dalam pertandingan ini, Milan pun sempat kesulitan menembus pertahanan Torino.
Baca juga: Makna di Balik Selebrasi Gol Pemain AC Milan Saat Babat Torino 3-2
Gol pertama Milan datang dari tembakan jarak jauh bek Strahinja Pavlovic pada menit ke-37, namun Torino mampu menyamakan kedudukan lewat Giovanni Simeone sebelum turun minum.
Perubahan formasi menjadi 4-3-3 pada babak kedua dilakukan karena kondisi salah satu bek Milan, Fikayo Tomori, yang sudah menerima kartu kuning, sehingga Zachary Athekame masuk mengisi posisi bek kanan.
Dalam skema baru ini, Alexis Saelemaekers ditempatkan sebagai winger kanan, sedangkan Christian Pulisic digeser ke posisi sayap kiri untuk mendukung penyerang tengah Niclas Fuellkrug.
Baca juga: Klasemen Liga Italia: AC Milan Posisi 2, Tim Jay Idzes 10 Besar
Perubahan ini terbukti efektif karena Milan mampu mengendalikan pertandingan dengan lebih baik dan mencetak dua gol tambahan melalui Adrien Rabiot dan Youssouf Fofana dalam 15 menit awal babak kedua.
Strahinja Pavlovic merayakan gol dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Torino di stadion San Siro di Milan, Italia utara, pada 21 Maret 2026. (Foto oleh Stefano RELLANDINI / AFP)Torino sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti Nikola Vlasic, namun Milan tetap mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
Hernanes, mantan gelandang Lazio dan Inter Milan yang kini menjadi komentator, memberikan masukan kepada Allegri agar lebih sering menggunakan formasi 4-3-3.
"Krusial bagi Milan untuk kembali ke trek," ujar Hernanes yang dikutip dari Milannews.
"Milan tidak berada dalam krisis tetapi lebih ke fase penyesuaian."
"Terlihat semuanya seperti berada dalam kontrol tetapi sekarang menjadi mudah ditebak. Pemain telah kehilangan fokusnya."
"Di babak kedua, kita melihat tim yang berbeda."
"Allegri, Anda harus memulai dari sini. Dia harus menemukan sesuatu yang baru untuk menyalakan ulang dan memberikan tenaga kepada tim ini."