Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cole Palmer Disebut Tak Bahagia, Pintu ke Man United Terbuka

Kompas.com, 29 Maret 2026, 18:14 WIB
Henrikus Ezra Rahardi,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Cole Palmer belakangan kembali dikabarkan berpikir untuk hengkang dari Chelsea dengan Manchester United menjadi peminat terdepan.

Cole Palmer dikabarkan tengah kecewa berat dengan kehidupannya di Chelsea dan kembali berpikir untuk hengkang dari Chelsea di bursa transfer musim panas 2026.

Berita ini tentu bakal disambut gembira oleh Manchester United, Real Madrid, dan Bayern Muenchen yang disebut meminati Cole Palmer.

Dilansir dari Goal, Cole Palmer belakangan mulai frustrasi soal pergantian taktik Chelsea di bawah pelatih baru, Liam Rosenior.

Chelsea saat ini berada di peringkat keenam klasemen Liga Inggris dengan mengemas 48 poin dari 31 penampilan.

Baca juga: Komitmen Moises Caicedo bersama Chelsea di Tengah Incaran Real Madrid

Striker Bournemouth, Antoine Semenyo (kanan), mengoper bola di depan gelandang Chelsea, Cole Palmer (kiri), pada laga Liga Premier Inggris Chelsea vs Bournemouth di Stamford Bridge, London, pada 30 Desember 2025.AFP/ADRIAN DENNIS Striker Bournemouth, Antoine Semenyo (kanan), mengoper bola di depan gelandang Chelsea, Cole Palmer (kiri), pada laga Liga Premier Inggris Chelsea vs Bournemouth di Stamford Bridge, London, pada 30 Desember 2025.

Palmer Kesulitan Sesuaikan Diri dengan Taktik Liam Rosenior

Cole Palmer dikabarkan kesulitan untuk menyesuaikan dengan struktur tim Chelsea yang dimainkan oleh Liam Rosenior.

Selain itu, eks pemain akademi Manchester City ini juga dikabarkan tidak bahagia di Chelsea, terutama selepas hengkangnya Nicolas Jackson ke Bayern Muenchen dengan status pinjaman pada Desember 2025.

Selepas Jackson hengkang ke Bayern Muenchen, Chelsea kemudian mendatangkan dua penyerang pengganti, yaitu Joao Pedro dari Brighton dan Liam Delap dari Ipswich.

Kondisi Cole Palmer yang mulai jengah dengan keadaan Chelsea kini kabarnya membuat kubu Old Trafford segera mengambil ancang-ancang.

Bersama dengan Manchester United, ada Real Madrid dan Bayern Muenchen yang kini dikabarkan berminat untuk merekrut Cole Palmer di bursa transfer musim panas 2026.

Baca juga: Kata Enzo Fernandez soal Peluang Hengkang dari Chelsea ke Real Madrid

Manchester United Manfaatkan Kondisi Palmer di Chelsea

Sedangkan, status Cole Palmer di Chelsea tidak tersentuh atau tidak akan dijual pada bursa transfer musim panas 2026.

Palmer terikat kontrak di Chelsea hingga 2033 dengan nilai transfer mencapai 150 juta poundsterling (sekitar 3,3 triliun rupiah).

Sebelumnya, Manchester United sempat mengirim sang Direktur Sepak Bola, Jason Wilcox, saat Palmer masih menjadi pemain akademi Manchester City

Dengan Wilcox yang senang dengan karakter Palmer, maka peluang Manchester United untuk melakukan negosiasi tentu semakin besar.

Sementara, Cole Palmer sendiri tengah mengalami periode buruk bersama Chelsea seiring kekalahan 0-3 dari Everton di Liga Inggris dan eliminasi oleh PSG di 16 besar Liga Champions dengan agregat sangat telak 2-8.

Baca juga: Rosenior dalam Tekanan, Fabregas Kembali Dikaitkan Chelsea

Mengacu kemungkinan bahwa Chelsea tidak akan bermain di Liga Champions musim 2026-2027, maka peluang Manchester United, Bayern Muenchen, dan Real Madrid melakukan negosiasi akan lebih besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau