Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gejala Campak Sering Disangka Flu Biasa, Ini Tanda yang Perlu Diwaspadai

Kompas.com, 31 Maret 2026, 12:00 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

KOMPAS.com - Kasus meninggalnya dokter magang di Cianjur akibat campak menjadi pengingat bahwa gejala awal penyakit ini sering kali dianggap ringan, padahal bisa berkembang menjadi kondisi serius.

Kementerian Kesehatan dalam keterangannya yang diterima Kompas.com pada Selasa (31/3/2026) menyebut, dokter tersebut awalnya hanya mengalami demam, flu, dan batuk sebelum akhirnya kondisinya memburuk.

Gejala awal ini kerap disalahartikan sebagai penyakit ringan, sehingga banyak orang tidak segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Dokter Magang di Cianjur Meninggal karena Campak, Ini Kronologi Lengkapnya

Gejala awal mirip flu biasa

Pada tahap awal, campak biasanya ditandai dengan gejala yang sangat umum. Gejala tersebut meliputi:

  • Demam
  • Batuk
  • Pilek atau flu
  • Mata merah

Gejala ini sering dianggap sebagai infeksi ringan, sehingga penderita tetap beraktivitas seperti biasa.

Dalam kasus dokter di Cianjur, gejala awal tersebut bahkan sempat membuatnya hanya mengambil izin singkat sebelum kembali bekerja.

Baca juga: Campak Bisa Menular ke 18 Orang, Dosen IPB Ingatkan Pentingnya Herd Immunity

Muncul ruam sebagai tanda khas

Ilustrasi campak. Gejala awal campak seperti demam dan batuk sering dianggap ringan, padahal bisa berkembang menjadi kondisi serius.Freepik Ilustrasi campak. Gejala awal campak seperti demam dan batuk sering dianggap ringan, padahal bisa berkembang menjadi kondisi serius.

Setelah beberapa hari, gejala campak biasanya berkembang dengan munculnya ruam pada kulit. Ruam ini menjadi salah satu tanda khas yang membedakan campak dari penyakit lain.

Kemenkes menjelaskan bahwa dokter tersebut mulai mengalami ruam pada 21 Maret, setelah sebelumnya mengalami gejala demam dan batuk.

Namun, meskipun ruam sudah muncul, ia masih tetap bertugas dan menangani pasien.

Kondisi ini menunjukkan bahwa gejala campak bisa berkembang secara bertahap dan sering tidak langsung disadari sebagai penyakit serius.

Baca juga: Kasus Campak Masih Ditemukan, Vaksin Jadi Perlindungan Penting untuk Anak

Gejala bisa memburuk dengan cepat

Jika tidak ditangani dengan tepat, campak dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Pada beberapa kasus, infeksi dapat menyebabkan komplikasi serius pada organ tubuh.

Dalam kasus ini, campak berkembang hingga menyebabkan gangguan pada jantung dan otak.

Kondisi tersebut membuat pasien mengalami penurunan kesadaran hingga akhirnya harus dirawat di ICU.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa campak tidak selalu ringan, terutama jika kondisi tubuh sedang lemah atau terpapar secara intens.

Baca juga: Campak Bisa Sebabkan Pneumonia hingga Radang Otak, Jangan Anggap Penyakit Ringan

Penting mengenali gejala sejak awal

Kasus ini menunjukkan bahwa mengenali gejala campak sejak awal sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih berat. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Demam yang tidak kunjung membaik
  • Batuk dan pilek yang berlangsung beberapa hari
  • Muncul ruam pada kulit
  • Kondisi tubuh semakin lemah

Jika gejala tersebut muncul, terutama setelah kontak dengan penderita campak, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Baca juga: 4 Pasien Meninggal Dunia dari 8.224 Suspek Campak Tercatat, Ini Gejala dan Risiko Komplikasinya

Jangan abaikan gejala ringan

Campak sering dianggap sebagai penyakit anak-anak yang tidak berbahaya.

Namun, pada kondisi tertentu, penyakit ini bisa berkembang menjadi serius dan bahkan berakibat fatal.

Kasus dokter di Cianjur menjadi contoh bahwa gejala yang awalnya tampak ringan dapat berubah menjadi kondisi kritis dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap gejala awal menjadi langkah penting dalam mencegah komplikasi yang lebih berat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau