Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Isu BBM Naik, Antrean di SPBU BP Bintaro Mengular Hingga Malam Hari

Kompas.com, 31 Maret 2026, 22:32 WIB
Intan Afrida Rafni,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com - Antrean kendaraan mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) BP Bintaro, Tangerang Selatan, pada Selasa (31/3/2026) malam, di tengah isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi sekitar pukul 21.46 WIB, antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak memadati area SPBU. Bahkan, barisan kendaraan meluber hingga ke badan jalan di sekitar lokasi.

Kendaraan yang hendak mengisi BBM tampak mengantre dari pintu masuk SPBU hingga ke jalur menuju area pengisian.

Salah satunya Willy (44), yang mengaku mengetahui isu kenaikan BBM dari grup WhatsApp lingkungan tempat tinggalnya.

Meski sempat mendengar kabar bahwa kenaikan BBM batal, Willy tetap memilih mengisi bahan bakar sebagai langkah antisipasi.

Baca juga: Kejagung Ungkap Alasan Dirut OTM Harus Teken Dokumen Terminal BBM di Bui

“Sebenarnya saya sudah dengar juga katanya enggak jadi naik. Tapi karena saya memang butuh bensin, jadi saya isi sekalian. Naik enggak naik saya tetap butuh,” ujar Willy saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa malam.

“Karena banyak yang enggak percaya juga kalau 1 April enggak naik. Jadi ragu. Mending antre sebentar, kalau ternyata besok naik, ya lumayan hemat,” kata dia.

Selain Willy, pengendara lain, Maria (54), mengantre di SPBU  tidak secara khusus untuk mengantisipasi isu kenaikan harga BBM.

Ia mengatakan, kedatangannya ke SPBU BP Bintaro pada malam hari karena kebutuhan kendaraan yang sudah mendekati habis bahan bakar.

“Sebenarnya bensinnya memang sudah mau habis, jadi harus diisi. Kebetulan sekalian jemput suami, jadi mampir,” kata Maria.

Baca juga: Isu Kenaikan BBM Bikin Antrean Panjang di SPBU RA Kartini Bekasi

Meski demikian, Maria mengaku sempat mendengar isu kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial. Namun, ia menilai kenaikan harga merupakan hal yang wajar apabila memang terjadi.

“Dengar-dengar sih ada dari sosmed. Tapi kalau memang harus naik ya enggak apa-apa juga. Kita juga tahu kondisi sekarang, misalnya ada perang di Timur Tengah, itu pasti berpengaruh ke pasokan minyak,” kata dia.

Ia pun berharap kondisi tetap kondusif apa pun kebijakan yang nantinya diambil pemerintah.

“Harapannya sih semua tetap kondusif. Kalau memang naik, masyarakat bisa mengerti. Yang penting suasana tetap tenang, jadi kita juga bisa cari nafkah dengan nyaman,” ucap Maria.

Sementara itu, petugas SPBU BP, Jojo (bukan nama sebenarnya), menyebut antrean kendaraan di Tempatnya bekerja sudah terjadi sejak pagi tadi, sekitar pukul 09.00 WIB.

Halaman:


Terkini Lainnya
Direlokasi dari Lahan Makam Jakbar, Kori Kaget Lihat Rusun: Kenapa Enggak Digusur dari Dulu?
Direlokasi dari Lahan Makam Jakbar, Kori Kaget Lihat Rusun: Kenapa Enggak Digusur dari Dulu?
Megapolitan
Tak Ada Jalan, Keluarga Bingung Turunkan Ayah yang Sakit dari Lantai 3
Tak Ada Jalan, Keluarga Bingung Turunkan Ayah yang Sakit dari Lantai 3
Megapolitan
Ikuti Pusat, Pemkot Tangsel Terapkan WFH ASN Tiap Jumat Mulai Pekan Depan
Ikuti Pusat, Pemkot Tangsel Terapkan WFH ASN Tiap Jumat Mulai Pekan Depan
Megapolitan
Meski ASN WFH Setiap Rabu, Pelayanan Publik di Bekasi Dipastikan Tetap Normal
Meski ASN WFH Setiap Rabu, Pelayanan Publik di Bekasi Dipastikan Tetap Normal
Megapolitan
Pramono Pastikan Tetap Ngantor meski Ada WFH, Samakan Diri dengan Wartawan
Pramono Pastikan Tetap Ngantor meski Ada WFH, Samakan Diri dengan Wartawan
Megapolitan
Di Balik Luka Andrie Yunus yang Memaafkan Sambil Menunggu Keadilan
Di Balik Luka Andrie Yunus yang Memaafkan Sambil Menunggu Keadilan
Megapolitan
Pengangkutan Sampah Pasar Induk Kramat Jati Segera Diambil Alih Swasta
Pengangkutan Sampah Pasar Induk Kramat Jati Segera Diambil Alih Swasta
Megapolitan
Trotoar di Pondok Indah Kembali Pakai Konblok Lagi Setelah Sempat Gunakan Hebel
Trotoar di Pondok Indah Kembali Pakai Konblok Lagi Setelah Sempat Gunakan Hebel
Megapolitan
Cerita Kori, Warga Terdampak Penggusuran TPU Pegadungan yang Kini Hidup Nyaman di Rusun
Cerita Kori, Warga Terdampak Penggusuran TPU Pegadungan yang Kini Hidup Nyaman di Rusun
Megapolitan
Bengkel dan Toko Helm di Tangsel Terbakar, Pemadaman Sempat Terhambat
Bengkel dan Toko Helm di Tangsel Terbakar, Pemadaman Sempat Terhambat
Megapolitan
Dapat Ancaman, Aktivis dan Tim Hukum Andrie Yunus Minta Perlindungan ke Komnas HAM-LPSK
Dapat Ancaman, Aktivis dan Tim Hukum Andrie Yunus Minta Perlindungan ke Komnas HAM-LPSK
Megapolitan
Jalan Marunda–Rorotan Dikotori Tanah Merah, Operasional Truk Kini Dibatasi
Jalan Marunda–Rorotan Dikotori Tanah Merah, Operasional Truk Kini Dibatasi
Megapolitan
Pemutilasi di Bekasi Obral HP dan Dua Motor Korban dengan Harga Murah
Pemutilasi di Bekasi Obral HP dan Dua Motor Korban dengan Harga Murah
Megapolitan
Raffi Ahmad Sowan ke Rano Karno, Nostalgia Saat Honornya Rp 500.000
Raffi Ahmad Sowan ke Rano Karno, Nostalgia Saat Honornya Rp 500.000
Megapolitan
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Pedagang Khawatir Penurunan Omzet
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Pedagang Khawatir Penurunan Omzet
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Isu BBM Naik, Antrean di SPBU BP Bintaro Mengular Hingga Malam Hari
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat