Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Suzuki Baleno Waktu Merapah Trans Sumatera

Kompas.com, 14 September 2019, 16:22 WIB
Ruly Kurniawan,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Suzuki Baleno dirancang untuk menjadi teman berkendara di perkotaan. Desainnya yang kompak, elegan, dan sporty, membuat mobil cocok untuk digunakan semua kalangan, khususnya wanita dan anak muda.

Hal ini dapat terlihat jelas pada eksteror dan interior mobil. Seperti penggunaan floating roof, bemper yang ada lips merahnya, jok dan detail jahitan khusus, hingga tampilan berwarna biru di layar MID dan hiburannya.

Tapi siapa sangka, tubuh yang tergolong mungil tersebut cukup tangguh untuk menempuh segala kontur jalan sebagaimana Kompas.com gunakan saat melakukan ekspedisi Merapah Trans Sumatera 2019.

Baca juga: Suzuki Ertiga Tuntaskan Merapah Trans Sumatera 2019

Perjalanan tim Merapah Trans Sumatera 2019 KOMPAS.com/Roedrick Perjalanan tim Merapah Trans Sumatera 2019

Perjalanan merapah tahun ini sedikit berbeda, karena tim bukan hanya mengulik jalan tol yang sudah tersedia saja. Tetapi juga mengulas beberapa tempat wisata menarik yang ada di tiap kota dan mencoba melihat kesiapan infrastruktur tol Trans Sumatera yang sejatinya belum beroperasi.

Jalanan lurus tanpa hambatan, bumpy, padat kendaraan berat, hingga sisi jalur tol yang biasa dilewati oleh kendaraan berat (berupa tanah merah) pun dilewati. Tak sedikit juga tim melewati jalanan berlubang saat mencoba menuju tempat wisata di Lampung.

Mesin 4 silinder berkapasitas 1.4L dengan kode K14B yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 92 PS dan torsi maksimum 135 Nm milik baleno sangat mumpuni untuk menuntaskan ekspedisi ini. Mobil juga sanggup bernafas hingga 145 km/jam meski raungan mesin sangat terasa.

Suzuki Ertiga dan Baleno jadi mobil utama tim Merapah Trans Sumatera 2019KOMPAS.com/Kristianto Suzuki Ertiga dan Baleno jadi mobil utama tim Merapah Trans Sumatera 2019

Perpindahan giginya tergolong halus dan responsif, terlebih steeringnya begitu ringan.

Berbicara kenyamanan, untuk mobil sekelasnya suspensi Baleno memang sedikit keras. Tetapi masih bisa diabaikan atau tak terlalu mengganggu. Sebab, sebagai gantinya hatchback ini lebih stabil ketika dikendarai di kecepatan menengah.

Baca juga: Jajal Ketangguhan Ertiga dan Baleno dalam Merapah Trans Sumatera 2019

Pengecekan kendaraan di diler Suzuki Natar, Lampung. Merapah Trans Sumatera 2019KOMPAS.com/Roedrick Pengecekan kendaraan di diler Suzuki Natar, Lampung. Merapah Trans Sumatera 2019

Bahkan beberapa kali tim sempat tertidur nyenyak di dalam kabin Baleno. Namun sepertinya mobil kurang nyaman jika diisi oleh 5 penumpang dewasa.

Beberapa fitur keamanan di Baleno juga berkerja optimal dalam perjalanan Merapah, seperti rem ABS dan EBD serta kerangka mobil yang dirancang jauh lebih kuat.

Sebelum kembali ke Jakarta, tim melakukan pengecekan ulang ke diler resmi Suzuki di Palembang. Berdasarkan pengecekan tersebut, Baleno tidak mengalami kendala berarti, hanya beberapa titik pada eksterior saja meninggalkan goresan halus karena terkena pasir kasar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau