Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jaecoo Pastikan Aman Minum BBM dengan Etanol 10 Persen

Kompas.com, 17 Oktober 2025, 18:01 WIB
Ruly Kurniawan,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI (ESDM) tengah menyiapkan kebijakan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol 10 persen (E10).

Menyikapi rencana tersebut, pabrikan mobil listrik asal China, Jaecoo, memastikan seluruh produknya telah siap menggunakan bahan bakar jenis itu.

Head of Product Jaecoo Indonesia, Ryan Ferdiean, mengatakan bahwa secara teknis mesin kendaraan Jaecoo sudah dirancang untuk dapat beroperasi dengan kandungan etanol hingga 10 persen.

Baca juga: Adu Teknologi dan Fitur Honda BeAT Street dan Suzuki Nex Crossover

Jaecoo J8 AWDJaecoo Indonesia Jaecoo J8 AWD

“Kalau kita lihat wacana pemerintah, yang dibicarakan memang kandungan etanol 10 persen. Untuk mobil kami dengan mesin bensin, secara desain sudah mampu menerima campuran itu,” ujar Ryan di Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/10/2025).

Meski demikian, Ryan menyebut pihaknya tetap akan melakukan pengujian dan riset tambahan untuk menyesuaikan dengan kondisi bahan bakar di Indonesia. Sebab setiap negara memiliki kandungan dan komposisi campuran BBM berbeda.

“Harapannya kita juga punya waktu untuk menguji juga di mobil kita. Tetapi secara spesifikasi sudah comply dengan (etanol) 10 persen,” kata dia.

“Di pusat pengembangan kami di China, teknologi mesin Jaecoo sudah diuji hingga level tersebut,” tegas Ryan lagi.

Baca juga: Komponen Mobil Bensin yang Bisa Rusak akibat Bensin Campur Solar

Melalui teknologi SHS, kendaraan listrik JAECOO mampu menyajikan performa hybrid kelas dunia dan sekaligus memberikan ketenangan dalam berkendara.Dok. JAECOO Melalui teknologi SHS, kendaraan listrik JAECOO mampu menyajikan performa hybrid kelas dunia dan sekaligus memberikan ketenangan dalam berkendara.

Sebagai informasi, Jaecoo J7 SHS dibekali mesin 1.500 cc turbocharged yang mampu menghasilkan tenaga 301 dk dan torsi 525 Nm.

Mobil ini juga dilengkapi baterai berkapasitas 18,3 kWh dengan jarak tempuh listrik murni mencapai 90 kilometer (WLTP).

Sementara Jaecoo J8 SHS mengandalkan mesin 2.000 cc empat silinder turbocharged dengan tenaga 530 dk dan torsi maksimum 650 Nm. Kapasitas baterainya lebih besar, yakni 34,4 kWh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau