Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

DRMA Fokus Pasar Aftermarket untuk Aki Lithium

Kompas.com, 16 Februari 2026, 11:22 WIB
Ruly Kurniawan,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen komponen otomotif PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mengakui baterai kecil atau aki lithium buatannya belum masuk ke jalur pasokan produsen otomotif (original equipment manufacturer/OEM). Perusahaan saat ini masih memprioritaskan pasar aftermarket sambil menunggu respons industri kendaraan.

Head of Business Development DRMA Eko Maryanto mengatakan, hingga kini belum ada kerja sama pasokan langsung ke pabrikan kendaraan untuk produk aki lithium.

“Kalau untuk di OEM, kita belum. Kita memang fokus di aftermarket dulu. Setelah itu baru akan masuk ke OEM,” ujar Eko di JIExpo Kemayoran, Jakarta, belum lama ini.

Baca juga: Ini Kelebihan Aki Lithium buat Sepeda Motor

Ilustrasi aki lithium buat motor di IIMS 2026KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi aki lithium buat motor di IIMS 2026

Menurut dia, langkah tersebut diambil untuk memastikan kesiapan produk dari sisi kualitas, penerimaan pasar, hingga kesiapan produksi sebelum ditawarkan ke pabrikan.

Meski belum dilirik OEM, minat justru datang dari perusahaan dengan armada operasional besar.

Sejumlah perusahaan fleet, jasa trucking, hingga pertambangan mulai menjajaki penggunaan aki lithium karena mempertimbangkan efisiensi biaya perawatan. “Perusahaan trucking itu merasakan ganti aki hampir tiap enam bulan. Nah lithium ini kan umurnya lebih panjang, dan harganya juga tidak terlalu beda jauh. Itu yang diharapkan oleh mereka,” kata Eko.

Perusahaan jasa angkutan batu bara juga disebut telah melakukan uji coba penggunaan aki lithium.

Namun, kerja sama masih dalam tahap pengujian dan belum masuk kontrak komersial.

Baca juga: Marc Marquez Ungkap Prediksi Tim Ducati 2027

Ilustrasi aki lithium buat motor di IIMS 2026KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi aki lithium buat motor di IIMS 2026

Spesifikasi Aki Lithium

Dari sisi spesifikasi, aki lithium diklaim memiliki usia pakai lebih dari lima tahun.

Bandingkan dengan aki konvensional berbasis timbal (lead acid) yang rata-rata hanya bertahan satu hingga satu setengah tahun.

Efisiensi juga menjadi nilai tambah.

Eko menyebut konsumsi bahan bakar kendaraan bermesin konvensional lebih hemat sekitar 5 persen karena sistem pengisian daya berhenti otomatis saat aki penuh, membuat kerja komponen kelistrikan seperti rectifier regulator lebih ringan.

Waktu pengisian daya juga lebih singkat, sekitar dua jam hingga penuh, sedangkan aki konvensional bisa memerlukan sembilan sampai 10 jam.

Baca juga: Dedi Mulyadi Keliling Jawa Barat Pakai Triumph Scrambler 1200

Ketahanan saat kendaraan jarang digunakan menjadi keunggulan lain.

Dalam kondisi tidak dipakai hingga satu tahun, penurunan daya disebut hanya sekitar 5–10 persen.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau