Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membaca Ukuran Pelek Mobil agar Tidak Salah Pilih

Kompas.com, 25 Februari 2026, 19:31 WIB
Ruly Kurniawan,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pelek merupakan salah satu komponen pada mobil yang paling sering dimodifikasi untuk meningkatkan tampilan maupun karakter kendaraan. Tapi, masih banyak pemilik mobil yang mengganti pelek tanpa memperhatikan spesifikasi teknis yang sesuai.

Kumar dari Kickoff Ciputat, toko pelek dan ban mobil di kawasan Cipayung, Ciputat, mengatakan penggantian pelek tidak boleh dilakukan sembarangan karena dapat menimbulkan berbagai risiko.

“Pelek bukan hanya untuk menunjang tampilan, tetapi juga berpengaruh pada kenyamanan dan keselamatan saat berkendara. Kalau ukurannya tidak sesuai dengan spesifikasi mobil, dampaknya bisa terasa pada handling, kaki-kaki, hingga keawetan komponen,” ujar Kumar kepada Kompas.com, Senin (23/2/2026).

Baca juga: Mobil Listrik Changan Siap Tes Baterai Solid State

Toko dan servis pelek mobil HWS WheelKOMPAS.com/Gilang Toko dan servis pelek mobil HWS Wheel

Untuk menghindari kesalahan saat mengganti pelek, pemilik kendaraan perlu memahami cara membaca ukuran pelek dengan benar.

Setiap pelek memiliki identitas berupa kode yang tertera di bagian dalam, yang dikenal sebagai rim marking. Kode ini berisi informasi penting mengenai spesifikasi pelek, mulai dari ukuran hingga konfigurasi baut.

Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, menjelaskan bahwa rim marking sebenarnya cukup mudah dipahami. Sebagai contoh, pada pelek biasanya tertera kode seperti 9x20, 5x112, dan ET +20.

Kode 9x20 menunjukkan ukuran dasar pelek. Angka 9 menandakan lebar pelek dalam satuan inci, sedangkan angka 20 merupakan diameter pelek dalam inci. Artinya, pelek tersebut memiliki lebar 9 inci dengan diameter 20 inci.

Sementara kode 5x112 berkaitan dengan pola baut roda atau Pitch Center Diameter (PCD). Angka 5 menunjukkan jumlah baut yang digunakan, sedangkan angka 112 menandakan jarak antar lubang baut dalam satuan milimeter.

Dengan demikian, pelek itu dirancang untuk sistem pemasangan lima baut dengan jarak antar lubang 112 mm.

Selain ukuran dan pola baut, terdapat juga kode ET yang menunjukkan nilai offset pelek. Offset merupakan jarak antara titik tengah pelek dengan permukaan dudukan baut.

“Biasanya offset ditandai dengan angka nol, negatif, atau positif. Jika dudukan baut berada tepat di tengah, berarti offset-nya nol,” kata Imansyah.

Baca juga: Kenapa Busi Mobil Harus Diganti Sekaligus? Ini Penjelasannya

Paket pelek mobil yang dipadukan dengan ban GT Radial di GIIAS 2025.KOMPAS.com/Gilang Paket pelek mobil yang dipadukan dengan ban GT Radial di GIIAS 2025.

Ia menambahkan, offset negatif menandakan posisi dudukan baut lebih mengarah ke luar sehingga permukaan pelek terlihat lebih menonjol.

Sebaliknya, offset positif menunjukkan dudukan baut lebih masuk ke dalam, membuat posisi roda lebih mendekati bagian dalam fender.

Memahami kode-kode tersebut menjadi langkah penting sebelum memutuskan mengganti pelek. Dengan spesifikasi yang tepat, modifikasi tidak hanya meningkatkan tampilan, tetapi juga tetap menjaga kenyamanan, kestabilan, dan keamanan saat digunakan sehari-hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau