Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanda Kampas Kopling Mobil Sudah Minta Diganti Sebelum Mudik

Kompas.com, 1 Maret 2026, 10:41 WIB
Erwin Setiawan,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Kampas kopling mobil manual memiliki usia pakai terbatas dan akan aus seiring penggunaan. Salah satu tanda paling umum adalah akselerasi melemah meski putaran mesin meningkat tinggi.

Bila kondisi ini dibiarkan akan membuat konsumsi bahan bakar(BBM) meningkat hingga mobil tak kuat menanjak. Terlebih mobil akan digunakan untuk perjalanan mudik Lebaran.

Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota-Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan gejala tersebut dikenal sebagai kopling selip, yaitu ketika tenaga mesin tidak tersalurkan sempurna ke roda.

Baca juga: Cegah Kopling Lengket Setelah Mobil Manual Terobos Banjir


“Akibatnya mobil terasa berat dan lambat merespons saat pedal gas ditekan, kemampuan menanjak mobil jadi lemah dan konsumsi BBM meningkat signifikan,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Sabtu (28/2/2026).

Tanda lain terlihat dari posisi titik gigit kopling yang semakin tinggi. Pengemudi harus melepas pedal hampir penuh agar mobil mulai bergerak, menandakan kampas mulai menipis.

“Selain itu, bau hangus seperti terbakar dapat tercium setelah melewati kemacetan atau tanjakan. Bau ini muncul akibat panas berlebih karena kampas terus bergesekan,” ucap Muchlis.

Baca juga: Begini Cara Kerja Mobil Transmisi DCT, Pakai Kopling Ganda

Kampas kopling untuk mobil ToyotaKompas.com/Erwin Setiawan Kampas kopling untuk mobil Toyota

Mobil juga bisa bergetar atau tersentak saat mulai berjalan di gigi pertama. Kondisi ini biasanya terjadi karena permukaan kampas sudah tidak rata.

Perpindahan gigi yang terasa keras atau sulit masuk juga patut diwaspadai. Terutama saat memasukkan gigi satu dan mundur yang membutuhkan kerja kopling optimal.

“Saat menghadapi tanjakan, mobil mungkin terasa kehilangan tenaga. Walau pedal gas diinjak dalam, laju kendaraan tetap lemah karena kopling tidak mencengkeram kuat, daya putar terbuang di rumah kopling,” ucap Muchlis.

Baca juga: Begini Cara Memastikan Kampas Kopling Mobil Matik Masih Layak Pakai

Ilustrasi pedal gas mobil tersangkut karpetHonda Bintang doc. Ilustrasi pedal gas mobil tersangkut karpet

Perubahan pada pedal kopling juga bisa dirasakan, misalnya menjadi terlalu ringan atau justru terlalu dalam. Ini menandakan komponen kopling sudah tidak bekerja normal seperti master kopling.

Umumnya kampas kopling bertahan antara 60.000 hingga 100.000 kilometer, tergantung gaya berkendara. Kebiasaan setengah kopling dan sering macet dapat mempercepat keausan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau