Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Cara Menilai Spesifikasi Motor Listrik yang Tahan Lama

Kompas.com, 30 Maret 2026, 18:01 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Memahami spesifikasi sepeda motor listrik tidak cukup hanya melihat angka kapasitas baterai atau besarnya daya motor.

Lebih dari itu, keselarasan antar komponen justru menjadi kunci agar kendaraan tidak hanya bertenaga, tetapi juga tahan lama.

Baca juga: Dewa United Motorsports: dari Rally hingga F4

Hendro Sutono, Juru Bicara KOSMIK Indonesia (Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia), mengatakan, pendekatan dalam menilai motor listrik perlu bergeser dari sekadar spesifikasi ke cara kerja sistem secara keseluruhan.

Motor listrik Indomobil Emotor QTKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Motor listrik Indomobil Emotor QT

“Dalam konteks ini, pertanyaan yang relevan bukan lagi ‘seberapa besar kapasitas’ atau ‘seberapa tinggi daya’, tetapi ‘seberapa selaras sistem ini bekerja dalam kondisi nyata’. Agar tidak berhenti di konsep, pendekatan ini bisa digunakan untuk mengevaluasi sepeda motor listrik secara praktis,” ujar Hendro kepada Kompas.com, Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan oleh pengguna untuk menilai apakah sistem motor listrik dirancang dengan baik atau tidak.

"Pertama, perhatikan rasio antara kapasitas baterai dan daya dinamo. Sistem yang selaras biasanya memiliki kapasitas yang relatif besar dibanding kebutuhan dayanya, sehingga dalam penggunaan normal baterai tidak dipaksa bekerja mendekati batasnya," ujarnya.

Baca juga: Veda Pratama Jelaskan Penyebab Jatuh di Moto3 Amerika

Baterai motor listrik Kupprum URB-XKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Baterai motor listrik Kupprum URB-X

"Selain itu, perhatikan konsistensi performa pada berbagai kondisi SOC. Sistem yang baik tidak menunjukkan penurunan tenaga yang drastis saat baterai berada di bawah 50 persen. Jika performa turun signifikan, kemungkinan sistem bekerja terlalu dekat dengan batasnya," ujarnya.

Menurut Hendro, konsumen sering terjebak pada angka-angka besar yang terlihat menarik di awal.

Padahal, tanpa keseimbangan sistem, performa tersebut belum tentu bertahan dalam penggunaan jangka panjang.

Baca juga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Kembali ke Jakarta, Arus Balik Sudah Landai

Jajaran motor listrik HondaKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Jajaran motor listrik Honda

"Selanjutnya, amati perilaku saat akselerasi berulang. Pada sistem yang tidak selaras, performa akan terasa menurun setelah beberapa kali akselerasi karena akumulasi panas dan penurunan tegangan. Sistem yang selaras cenderung lebih stabil," katanya.

"Tak kalah penting, perhatikan karakter pengisian dan penggunaan harian. Jika baterai sering habis dalam satu siklus penggunaan normal, berarti kapasitas terlalu mepet dengan kebutuhan, yang dalam jangka panjang akan mempercepat degradasi," ungkapnya.

Terakhir, katanya, evaluasi dari sisi desain  apakah sistem terlihat memiliki margin, atau justru terlihat dipaksa untuk mencapai angka tertentu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau