Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perjalanan Lebaran 2026 Tembus 147,55 Juta Orang, Naik 2,53 Persen

Kompas.com, 30 Maret 2026, 18:21 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 2026 pada 13-29 Maret 2026 mencapai 147,55 juta orang.

Angka tersebut meningkat 2,53 persen dibandingkan hasil survei sebelumnya yang memperkirakan sebanyak 143,92 juta orang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, jumlah tersebut diperoleh berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD).

Baca juga: Bos Baru Honda Prospect Motor, Emban Tugas Berat

Kondisi stasiun Bekasi mulai dipadati penumpang yang baru tiba dari kampung halaman usai mudik Lebaran 2026. Selasa (24/3/2026).KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Kondisi stasiun Bekasi mulai dipadati penumpang yang baru tiba dari kampung halaman usai mudik Lebaran 2026. Selasa (24/3/2026).

"Penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini merupakan kerja besar bersama, yang melibatkan koordinasi lintas sektor secara intensif, baik antar kementerian/lembaga, pemerintah daerah, operator transportasi, maupun seluruh pemangku kepentingan terkait," katanya dalam keterangan resmi Kemenhub, dikutip Senin (30/3/2026).

"Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, selamat, dan lancar," kata Dudy.

Dari total penumpang angkutan umum, Dudy menyebut terjadi kenaikan sebesar 10,87 persen, dari 21,23 juta penumpang menjadi 23,54 juta penumpang.

Baca juga: Kondisi Veda Pratama Usai Kecelakaan di Moto3 Amerika

Kendaraan terjebak macet menuju puncak Bogor saat mudik Lebaran 2026KOMPAS.com/ JANLIKA PUTRI Kendaraan terjebak macet menuju puncak Bogor saat mudik Lebaran 2026

Adapun rincian per moda transportasi, angkutan jalan tercatat sebanyak 3,89 juta penumpang atau naik 11,64 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 3,49 juta penumpang.

Kemudian, moda angkutan laut sebanyak 2,02 juta penumpang atau meningkat 9,86 persen dibandingkan 2025 yang sebanyak 1,84 juta penumpang.

Penumpang moda angkutan udara tercatat 4,77 juta orang atau naik 6,97 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 4,47 juta penumpang.

Baca juga: Ragam Kendaraan Niaga buat UMKM Bakal Hadir di GIICOMVEC 2026

Sejumlah kendaraan pemudik antre memasuki kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Kamis (19/3/2026). Berdasarkan data Posko Merak pada periode 18 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 18.00 WIB, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada H-3 Lebaran mencapai 124.105 orang, sementara total kendaraan yang telah diseberangkan sebanyak 34.384 unit. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/rwa.ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto Sejumlah kendaraan pemudik antre memasuki kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Kamis (19/3/2026). Berdasarkan data Posko Merak pada periode 18 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 18.00 WIB, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada H-3 Lebaran mencapai 124.105 orang, sementara total kendaraan yang telah diseberangkan sebanyak 34.384 unit. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/rwa.

Selanjutnya, moda kereta api sebanyak 7,31 juta penumpang atau meningkat 10,13 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 6,64 juta penumpang.

Terakhir, moda penyeberangan tercatat sebanyak 5,52 juta penumpang atau naik 15,36 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 4,79 juta penumpang.

"Transportasi haruslah menjadi sebuah upaya memindahkan orang dan barang, seraya menghadirkan rasa aman, nyaman, dan memberikan kepastian kepada masyarakat," kata Dudy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau