Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyebab Ban Cepat Aus: Gaya Berkendara hingga Tekanan Angin

Kompas.com, 31 Maret 2026, 10:52 WIB
Donny Dwisatryo Priyantoro,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Keausan ban menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan setiap pemilik kendaraan, terutama setelah mobil digunakan dalam perjalanan jarak jauh seperti mudik.

Kondisi ban yang haus tidak hanya menurunkan kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi mengurangi tingkat keselamatan.

Baca juga: Perlukah Rotasi Ban Mobil Seusai Dipakai Mudik Lebaran?

Fisa Rizqiano, Deputy Head of OE Sales Bridgestone Indonesia, menjelaskan bahwa faktor utama yang memengaruhi keausan ban sebenarnya berasal dari hal-hal mendasar yang kerap diabaikan pengguna kendaraan.

Ban mobil haus bisa dilihat dari TWIKompas.com/Dicky Aditya Wijaya Ban mobil haus bisa dilihat dari TWI

Perawatan rutin menjadi kunci agar umur pakai ban tetap optimal.

Menurut dia, tekanan angin yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan menjadi salah satu penyebab paling umum.

Baca juga: Pentingnya Spooring Ban Mobil Usai Perjalanan Mudik

Tekanan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat membuat permukaan ban haus secara tidak merata, sehingga mempercepat kerusakan.

Ilustrasi ban mobil haus.Fathan Radityasani/Kompas.com Ilustrasi ban mobil haus.

Selain itu, kondisi wheel alignment atau spooring juga berperan besar.

Ketika sudut roda tidak presisi, ban akan mengalami gesekan yang tidak seimbang dengan permukaan jalan.

Dampaknya, keausan bisa terjadi lebih cepat pada salah satu sisi.

"Selain itu adalah kebiasaan berkendara seperti sering berakselerasi cepat, pengereman mendadak dan menikung dengan kecepatan tinggi, yang mana semua ini akan menghasilkan gesekan yang intens dan menimbulkan panas berlebih," ujar Fisa, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Gaya berkendara agresif seperti yang disebutkan Fisa memang berkontribusi signifikan terhadap umur ban.

Gesekan tinggi antara ban dan aspal akan meningkatkan suhu, yang pada akhirnya mempercepat degradasi material karet.

Faktor eksternal lain juga tidak kalah penting, terutama kondisi jalan yang dilalui kendaraan.

Permukaan jalan yang tidak rata atau memiliki tekstur kasar bisa memperbesar beban kerja ban saat berputar.

"Adapun kaitannya dengan jalan, permukaan jalan yang kasar seperti gravel atau jalan tidak terawat, bisa mempercepat keausan," kata Fisa.

Dengan memperhatikan tekanan angin, melakukan spooring secara berkala, serta menerapkan gaya berkendara yang lebih halus, risiko keausan ban dapat diminimalkan.

Kondisi jalan memang tidak selalu bisa dikendalikan, namun perawatan yang tepat dan kebiasaan berkendara yang baik menjadi kunci untuk menjaga performa ban tetap optimal sekaligus meningkatkan keselamatan selama perjalanan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau