Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pentingnya Spooring Ban Mobil Usai Perjalanan Mudik

Kompas.com, 30 Maret 2026, 11:22 WIB
Donny Dwisatryo Priyantoro,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah melakukan mudik Lebaran, kondisi kendaraan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan pemilik mobil. Salah satu aspek yang kerap luput adalah spooring atau wheel alignment, padahal komponen ini berpengaruh langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Perjalanan mudik biasanya menempuh jarak jauh dengan kondisi jalan yang beragam, mulai dari jalan mulus hingga berlubang. Tidak jarang, kendaraan juga harus menghadapi beban berlebih serta kondisi lalu lintas yang padat.

Baca juga: Ban Mobil Retak Halus Usai Perjalanan Jauh, Jangan Diabaikan

Deputy Head of OE Sales Bridgestone Indonesia, Fisa Rizqiano, mengatakan, perawatan spooring sebaiknya dilakukan secara berkala untuk menjaga kestabilan kendaraan, terutama setelah digunakan dalam perjalanan panjang seperti mudik.

Arus lalu lintas di ruas Tol Jakarta–Cikampek dari atas jembatan Lagoon, Bekasi Selatan, Kota Bekasi,  terpantau ramai lancar saat arus balik mudik Lebaran 2026, Rabu (25/3/2026).KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Arus lalu lintas di ruas Tol Jakarta–Cikampek dari atas jembatan Lagoon, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, terpantau ramai lancar saat arus balik mudik Lebaran 2026, Rabu (25/3/2026).

"Secara umum, mobil perlu dilakukan spooring alias wheel aligment pada setiap 10.000 km," ujar Fisa, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Selain berdasarkan jarak tempuh, spooring juga perlu dilakukan dalam kondisi tertentu. Misalnya setelah penggantian ban baru atau ketika kendaraan mengalami benturan keras.

Baca juga: Jangan Dipaksakan Nonstop, Ban Mobil Bisa Overheat Saat Mudik

"Atau ketika ganti ban baru atau setelah menghantam lubang atau benda dengan hantaman yang keras ataupun mengalami tabrakan," ujar Fisa.

Ilustrasi Spooring mobilSetiawan Spooring doc. Ilustrasi Spooring mobil

Ia menambahkan, ada beberapa tanda yang bisa dirasakan pengemudi jika kondisi spooring sudah tidak optimal. Gejala ini sering muncul setelah kendaraan digunakan intensif selama perjalanan mudik.

"Termasuk tanda-tanda lain, seperti kendaraan menarik atau cenderung ke satu sisi, posisi roda kemudi tidak centering. Demikian juga jika ban mengalami aus cepat ataupun tidak rata," kata Fisa.

BMW Seri 3 X4 Bridgestone Potenza Adrenalin RE005Bridgestone BMW Seri 3 X4 Bridgestone Potenza Adrenalin RE005

Dengan kondisi tersebut, pengecekan spooring menjadi langkah penting sebelum maupun setelah perjalanan mudik. Hal ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan berkendara sekaligus memperpanjang usia pakai ban.

Melakukan perawatan sederhana seperti spooring juga dapat membantu mengurangi risiko kelelahan saat berkendara jarak jauh. Dengan demikian, perjalanan arus balik Lebaran dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau