Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Transmisi Otomatis, Ditemukan Lebih dari 100 Tahun Lalu

Kompas.com, 31 Maret 2026, 18:01 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Transmisi otomatis hadir untuk memudahkan pengemudi. Tidak ada lagi risiko salah masuk gigi, mesin tersendat, atau kerepotan menginjak kopling.

Pada awalnya, mobil hanya menggunakan transmisi manual. Sistemnya mirip dengan mobil manual saat ini, di mana pengemudi harus memindahkan gigi secara langsung.

Baca juga: Pajak QJMotor SRK 800 RR Ternyata Murah, Setara Motor 250 Cc

Namun seiring waktu, ukuran mobil semakin besar dan lalu lintas makin padat. Kondisi ini mendorong para insinyur mencari cara agar perpindahan gigi bisa dilakukan secara otomatis.

Oldsmobile 1948Foto: The Last Detail Oldsmobile 1948

Mungkin ada yang mengira transmisi otomatis baru ditemukan tahun 1970-an, padahal jenis transmisi ini sudah berumur lebih dari 100 tahun.

Dilansir dari Mister Transmission, transmisi otomatis pertama ditemukan pada 1921 oleh insinyur asal Kanada, Alfred Horner Munro.

Namun sistem ini belum berhasil karena menggunakan udara bertekanan, sehingga tenaganya terbatas dan tidak diproduksi massal.

Baca juga: Urutan Parkir Mobil Matik: Hindari Kerusakan Transmisi Fatal

Perkembangan penting terjadi pada 1930-an, ketika General Motors mengembangkan transmisi otomatis berbasis cairan hidrolik. Teknologi ini kemudian diperkenalkan dengan nama Hydra-Matic pada 1940.

Ilustrasi parking pawl pada transmisi matikNissan doc. Ilustrasi parking pawl pada transmisi matik

Mobil Oldsmobile 1948 menjadi yang pertama menggunakan transmisi otomatis modern. Sistem Hydra-Matic yang dikembangkan oleh insinyur Earl Thompson ini bahkan disebut sebagai salah satu terobosan besar di dunia otomotif.

Penting

Meski bukan yang pertama ditemukan, Hydra Matic menjadi teknologi yang benar-benar sukses di pasar. Sejak saat itu, transmisi otomatis mulai banyak digunakan di mobil-mobil produksi massal.

Teknologi ini berkembang pesat setelah Perang Dunia II, ketika industri otomotif meningkat tajam. Mobil menjadi lebih mudah dikendarai, sehingga makin banyak orang bisa menggunakannya.

Baca juga: Jelang Kenaikan Harga BBM, Antrean Mengular di SPBU Jawa Tengah

Penampakan parking pawl pada transmisi matik.Kompas.com/Erwin Setiawan Penampakan parking pawl pada transmisi matik.

Seiring perkembangan zaman, transmisi otomatis terus disempurnakan. Perubahan utamanya ada pada jumlah gigi yang semakin banyak dan penggunaan sistem elektronik.

Saat ini, transmisi otomatis tidak lagi sepenuhnya mekanis, tetapi sudah dikendalikan komputer. Hasilnya, perpindahan gigi menjadi lebih halus, efisien, dan nyaman digunakan.

Dengan teknologi yang terus berkembang, transmisi otomatis diperkirakan masih akan terus mengalami peningkatan di masa depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau