Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Relatif Aman, Investasi Tanah Kavling Makin Diminati

Kompas.com, 9 Maret 2026, 12:32 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Minat masyarakat terhadap investasi tanah kavling terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data tanah kavling  per Maret 2026, harga ttanah kavling di Bekasi berkisar Rp 1,7 juta per meter persegi hingga Rp 10 juta per meter persegi.

Sementara rata-rata di area strategis macam Jati Asih dan Cikarang mencapai Rp 3 juta per meter persegi-Rp 4,6 juta per meter persegi, tergantung ukurannya. 

Oleh karena itu, bagi sebagian orang, tanah dinilai sebagai aset yang relatif aman karena nilainya cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

Alasan utama

1. Jumlah Terbatas

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) Bambang Ekajaya mengatakan, karakteristik tanah yang jumlahnya terbatas menjadi salah satu alasan utama mengapa aset ini banyak diminati investor.

Baca juga: Mengenal Tanah Kavling: Definisi, Luas, Kelebihan dan Kekurangannya

“Tanah itu ciptaan Tuhan, tidak ada pabriknya dan jumlahnya terbatas. Karena itu harganya selalu naik setiap tahun,” ujar Bambang kepada Kompas.com, Jumat (6/3/2026).

Menurut dia, meskipun saat ini lahan baru dapat diciptakan melalui reklamasi, biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar dibandingkan tanah alami. Selain itu, pembangunan di atas lahan reklamasi juga memiliki tantangan tersendiri.

Dia menjelaskan, proses reklamasi idealnya membutuhkan waktu yang panjang agar tanah mencapai tingkat kepadatan yang stabil sebelum dibangun. Dalam praktiknya, proses tersebut dapat memakan waktu hingga puluhan tahun.

“Proses reklamasi itu seharusnya diendapkan cukup lama sampai kepadatannya benar-benar stabil. Aturannya, minimal sekitar 20 tahun baru boleh dibangun,” tambah Bambang.

Namun, menurut dia, proses yang terlalu lama sering membuat biaya modal menjadi sangat tinggi.

Kondisi tersebut membuat sebagian pihak memilih menjual lahan setelah proses pengurukan selesai tanpa menunggu masa pemadatan yang panjang.

2. Komponen Terpenting Investasi

Di sisi lain, Bambang menilai tanah merupakan komponen paling penting dalam investasi properti.

Baca juga: 1 Kavling Berapa Meter? Berikut Penjelasan Praktisi Properti

Hal ini karena nilai tanah cenderung meningkat dari waktu ke waktu, berbeda dengan bangunan yang justru mengalami penurunan nilai seiring usia.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau