JAKARTA, KOMPAS.com - Minat masyarakat terhadap investasi tanah kavling terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data tanah kavling per Maret 2026, harga ttanah kavling di Bekasi berkisar Rp 1,7 juta per meter persegi hingga Rp 10 juta per meter persegi.
Sementara rata-rata di area strategis macam Jati Asih dan Cikarang mencapai Rp 3 juta per meter persegi-Rp 4,6 juta per meter persegi, tergantung ukurannya.
Oleh karena itu, bagi sebagian orang, tanah dinilai sebagai aset yang relatif aman karena nilainya cenderung meningkat dari waktu ke waktu.
1. Jumlah Terbatas
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) Bambang Ekajaya mengatakan, karakteristik tanah yang jumlahnya terbatas menjadi salah satu alasan utama mengapa aset ini banyak diminati investor.
Baca juga: Mengenal Tanah Kavling: Definisi, Luas, Kelebihan dan Kekurangannya
“Tanah itu ciptaan Tuhan, tidak ada pabriknya dan jumlahnya terbatas. Karena itu harganya selalu naik setiap tahun,” ujar Bambang kepada Kompas.com, Jumat (6/3/2026).
Menurut dia, meskipun saat ini lahan baru dapat diciptakan melalui reklamasi, biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar dibandingkan tanah alami. Selain itu, pembangunan di atas lahan reklamasi juga memiliki tantangan tersendiri.
Dia menjelaskan, proses reklamasi idealnya membutuhkan waktu yang panjang agar tanah mencapai tingkat kepadatan yang stabil sebelum dibangun. Dalam praktiknya, proses tersebut dapat memakan waktu hingga puluhan tahun.
“Proses reklamasi itu seharusnya diendapkan cukup lama sampai kepadatannya benar-benar stabil. Aturannya, minimal sekitar 20 tahun baru boleh dibangun,” tambah Bambang.
Namun, menurut dia, proses yang terlalu lama sering membuat biaya modal menjadi sangat tinggi.
Kondisi tersebut membuat sebagian pihak memilih menjual lahan setelah proses pengurukan selesai tanpa menunggu masa pemadatan yang panjang.
2. Komponen Terpenting Investasi
Di sisi lain, Bambang menilai tanah merupakan komponen paling penting dalam investasi properti.
Baca juga: 1 Kavling Berapa Meter? Berikut Penjelasan Praktisi Properti
Hal ini karena nilai tanah cenderung meningkat dari waktu ke waktu, berbeda dengan bangunan yang justru mengalami penurunan nilai seiring usia.