Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menjaga Insting Alami, Orangutan di Pusat Rehabilitasi Kaltim Disuguhi Ketupat Lebaran

Kompas.com, 26 Maret 2026, 09:38 WIB
Pandawa Borniat,
Vachri Rinaldy Lutfipambudi

Tim Redaksi

BERAU, KOMPAS.com – Perayaan Idulfitri biasanya identik dengan hidangan ketupat di meja makan.

Namun di pusat rehabilitasi satwa di Kalimantan Timur, ketupat justru menjadi media pembelajaran bagi orangutan untuk melatih naluri bertahan hidup di alam liar.

Dua pusat rehabilitasi di Kabupaten Berau, yakni Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam di Kampung Merasa yang dikelola Conservation Action Network (CAN), serta Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA) yang dikelola Center for Orangutan Protection (COP), menghadirkan inovasi unik dengan membungkus makanan satwa dalam anyaman ketupat.

Di PPS Long Sam, ketupat-ketupat berisi pakan digantung di area bermain (playground), menciptakan tantangan baru bagi empat bayi orangutan yang sedang menjalani tahap awal rehabilitasi.

Alih-alih disuapi atau diberi makan secara langsung, bayi orangutan tersebut harus memanjat, bergelantungan, dan meraih ketupat yang digantung di ketinggian.

Baca juga: Perjuangan Induk Orangutan Rawat Bayi Kembar di Hutan Rusak, Alami Beban Berlipat Ganda

Setelah itu, mereka harus membuka anyaman ketupat untuk mendapatkan makanan di dalamnya.

Pendekatan ini dirancang menyerupai kondisi alami di hutan, di mana orangutan harus berusaha untuk mendapatkan makanan, seperti memetik buah di pucuk pohon.

Founder dan Direktur CAN, Paulinus Kristanto mengatakan, bahwa setiap momen, termasuk hari besar keagamaan, dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi satwa.

"Metode pengayaan (enrichment) ketupat yang kami terapkan di sekolah hutan bertujuan untuk menantang batas kemampuan fisik dan kognitif para bayi orang utan," ujar Paulinus pada Kamis (26/3/2026).

Mendorong Satwa Tetap Aktif

Ia menjelaskan, ketupat sengaja digantung di area bermain untuk mendorong satwa tetap aktif bergerak dan menggunakan kemampuan alaminya.

Baca juga: Bayi Orangutan Ditemukan di Kebun Sawit Kutai Timur Kaltim, Sempat Demam dan Kurus

Lebih dari sekadar aktivitas fisik, proses membuka anyaman ketupat juga menjadi bagian penting dalam melatih keterampilan motorik halus serta kesabaran satwa. 

Menurut Paulinus, setiap keberhasilan orangutan dalam menyelesaikan tantangan kecil seperti ini menjadi indikator penting dalam proses rehabilitasi.

"Optimisme kami sederhana, setiap kali mereka berhasil memecahkan tantangan di sekolah hutan, mereka selangkah lebih dekat untuk kembali menjadi penguasa rimba yang mandiri," ucapnya.

Menjaga Insting Alami Satwa

Pendekatan serupa juga diterapkan di Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA).

Di pusat rehabilitasi ini, ketupat berisi potongan buah, selai, dan madu digantung di dahan pohon, terutama saat orangutan mengikuti kegiatan sekolah hutan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Dendam 10 Tahun dan Mimpi Orangtua: Pembunuhan Subuh Hari Gegerkan Palembayan Agam
Dendam 10 Tahun dan Mimpi Orangtua: Pembunuhan Subuh Hari Gegerkan Palembayan Agam
Regional
5 Fakta Kematian Peserta Lebarun Sentul, Diduga Kelelahan di Km 5 dan Minim SOP
5 Fakta Kematian Peserta Lebarun Sentul, Diduga Kelelahan di Km 5 dan Minim SOP
Regional
Pengakuan Khilaf Pelaku LK di Balik Perdamaian Kasus Pelecehan Mahasiswi Unissula oleh Alumni
Pengakuan Khilaf Pelaku LK di Balik Perdamaian Kasus Pelecehan Mahasiswi Unissula oleh Alumni
Regional
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Regional
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Regional
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Regional
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Regional
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
Regional
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
Regional
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Regional
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Regional
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Regional
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Regional
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
Regional
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Menjaga Insting Alami, Orangutan di Pusat Rehabilitasi Kaltim Disuguhi Ketupat Lebaran
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat