Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Probolinggo Jadi Kloter Pertama Embarkasi Surabaya, Terbang 22 April 2026

Kompas.com, 1 April 2026, 06:36 WIB
Rachmawati

Editor

SURABAYA, KOMPAS.com – Persiapan pemberangkatan ibadah haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 di Jawa Timur mulai menemui titik terang. Jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo dipastikan akan menjadi kelompok terbang (kloter) pertama yang berangkat ke Tanah Suci melalui Embarkasi Surabaya.

Berdasarkan jadwal resmi, para jemaah asal Probolinggo dijadwalkan terbang pada Rabu, 22 April 2026. Namun, sehari sebelumnya, yakni Selasa, 21 April 2026, jemaah sudah diwajibkan masuk ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, untuk menjalani proses karantina dan istirahat satu malam.

Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur, Asadul Anam, menyampaikan bahwa saat ini seluruh persiapan teknis terus dimatangkan agar pemberangkatan berjalan lancar.

"Insyaallah semua sesuai jadwal. Semoga tidak ada kendala. Semoga semua calon jemaah haji juga diparingi sehat," ujar Asadul Anam dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Perang Iran-Israel Memanas, 852 Calon Jemaah Haji Temanggung Tetap Dijadwalkan Berangkat

Proses Visa dan Keamanan di Timur Tengah

Saat ini, Kemenhaj Jatim tengah memfokuskan pada proses administrasi, khususnya penerbitan visa. Petugas melakukan penyesuaian data secara mendalam, termasuk verifikasi foto dan nama agar sinkron dengan paspor para jemaah.

Terkait situasi geopolitik di Timur Tengah, Anam menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat mengenai aspek keamanan bagi jemaah asal Jawa Timur maupun Indonesia secara umum.

"Kita ikuti keputusan terbaik Kemenhaj soal keamanan di Timur Tengah. Kita yakin pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk para jemaah haji," kata Anam menambahkan.

Hingga saat ini, belum ada perubahan jadwal dan seluruh tahapan keberangkatan masih mengikuti rencana semula (on schedule).

Baca juga: Jumlah Calon Jemaah Haji Kabupaten Blitar Naik 12 Persen Jadi 915 Orang

Daftar Urutan Keberangkatan Haji 2026 Wilayah Jawa Timur

Kemenhaj Jawa Timur telah menetapkan urutan keberangkatan berdasarkan Wilayah Kerja (Wilker). Berbeda dengan Probolinggo yang berangkat pertama, jemaah dari Wilker Kediri dijadwalkan menjadi kloter terakhir yang terbang melalui Bandara Juanda pada pertengahan Mei 2026.

Berikut adalah daftar urutan keberangkatan haji 2026 berdasarkan wilayah kerja di Jawa Timur:

  • Wilayah Kerja Malang (Kloter Awal): Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang.
  • Wilayah Kerja Madiun: Kabupaten Ponorogo, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Ngawi.
  • Wilayah Kerja Bojonegoro: Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Lamongan.
  • Wilayah Kerja Surabaya: Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto.
  • Wilayah Kerja Madura: Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep.
  • Wilayah Kerja Jember: Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Lumajang.
  • Wilayah Kerja Kediri (Kloter Terakhir): Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Jemaah Haji Probolinggo Terbang Perdana dari Embarkasi Surabaya, Masuk Asrama 21 April

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
Surabaya
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Surabaya
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Surabaya
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Surabaya
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Surabaya
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
Surabaya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Surabaya
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Surabaya
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Surabaya
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Surabaya
Beda Petis Madura dan Petis Surabaya, dari Bahan Baku, Tekstur, hingga Sejarahnya
Beda Petis Madura dan Petis Surabaya, dari Bahan Baku, Tekstur, hingga Sejarahnya
Surabaya
Tabrak Truk Parkir, Ibu dan Balita di Jombang Tewas
Tabrak Truk Parkir, Ibu dan Balita di Jombang Tewas
Surabaya
7 ASN Kota Pasuruan Bolos Hari Pertama Kerja, Ancaman Sanksi Menanti
7 ASN Kota Pasuruan Bolos Hari Pertama Kerja, Ancaman Sanksi Menanti
Surabaya
Hemat BBM, ASN Pamekasan Diminta Bersepeda, Model WFH Masih Dibahas
Hemat BBM, ASN Pamekasan Diminta Bersepeda, Model WFH Masih Dibahas
Surabaya
Unair Terima 2.506 Mahasiswa SNBP 2026, Kuota Naik Jadi 23 Persen
Unair Terima 2.506 Mahasiswa SNBP 2026, Kuota Naik Jadi 23 Persen
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau