Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SNBP 2026 Unair: 75,5 Persen Mahasiswa Baru Perempuan, Termuda Usia 14 Tahun

Kompas.com, 1 April 2026, 07:04 WIB
Azwa Safrina,
Reni Susanti

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengungkapkan sebanyak 75,5 persen dari 2.506 mahasiswa baru yang lolos seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) 2026 merupakan perempuan.

Rektor Unair, Muhammad Madyan mengungkapkan, dari total 29.947 peminat yang mendaftar, hanya 2.506 calon mahasiswa yang lolos seleksi.

Dari jumlah tersebut, jika dilihat berdasarkan jenis kelamin sebanyak 75,5 persen merupakan perempuan.

“Mohon maaf mungkin bisa dipahami wakil rektor bidang akademik kemahasiswaan dan alumninya perempuan ya, karena mahasiswinya jauh lebih besar dibandingkan mahasiswa,” ujar Madyan dalam Halal Bihalal dan press conference di KUNOKINI Cafe & Resto, Selasa (31/3/2025).

Baca juga: Unair Terima 2.506 Mahasiswa SNBP dari 29.947 Pendaftar

Mahasiswa Termuda 14 Tahun

Selain itu, berdasarkan umurnya mahasiswa termuda yang lolos dalam seleksi SNBP dengan usia 14 sampai 16 tahun.

Ia menerangkan, terdapat 1.219 sekolah yang diterima dalam jalur SNBP dari 6.791 sekolah yang mendaftar dengan tingkat keketatan 8,11 persen.

“Dari 6.791 sekolah pendaftar yang diterima hanya sebesar 1.219. Jadi ada sekitar 5.500 sekolah yang masih belum beruntung,” tuturnya.

Baca juga: 3.855 Pelajar Berebut Golden Ticket Unair, 68 Siswa Lolos dan Diajukan ke Panitia SNPMB

Jadwal Daftar Ulang

Sementara itu, Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru Unair, Achmad Solihin mengingatkan bahwa periode daftar ulang peserta SNBP dimulai sejak 1 hingga 8 April 2026.

Kemudian, nantinya akan ada verifikasi data dan pembayaran dimulai pada 5-13 April 2026.

“Sesuai dengan peraturan kementerian bahwa yang diterima di SNBP maka tidak boleh mengikuti jalur SNBT, otomatis sistemnya terblok. Maka, kalau nanti mereka yang eligible pendaftar SNBP, tapi tidak diterima boleh mendaftar di jalur SNBT,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa bagi calon mahasiswa yang tidak lolos seleksi SNBP agar tidak menyerah karena dapat kembali mencoba di jalur SNBT maupun mandiri.

“Untuk daya tampung SNBP di tahun ini memang lebih tinggi dibandingkan tahun kemarin, hal ini menunjukkan kalau peminat Unair semakin banyak dicari. Jadi untuk para pendaftar yang lolos bisa mencoba kembali di jalur yang lain,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
Surabaya
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Surabaya
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Surabaya
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Surabaya
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Surabaya
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
Surabaya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Surabaya
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Surabaya
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Surabaya
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Surabaya
Beda Petis Madura dan Petis Surabaya, dari Bahan Baku, Tekstur, hingga Sejarahnya
Beda Petis Madura dan Petis Surabaya, dari Bahan Baku, Tekstur, hingga Sejarahnya
Surabaya
Tabrak Truk Parkir, Ibu dan Balita di Jombang Tewas
Tabrak Truk Parkir, Ibu dan Balita di Jombang Tewas
Surabaya
7 ASN Kota Pasuruan Bolos Hari Pertama Kerja, Ancaman Sanksi Menanti
7 ASN Kota Pasuruan Bolos Hari Pertama Kerja, Ancaman Sanksi Menanti
Surabaya
Hemat BBM, ASN Pamekasan Diminta Bersepeda, Model WFH Masih Dibahas
Hemat BBM, ASN Pamekasan Diminta Bersepeda, Model WFH Masih Dibahas
Surabaya
Unair Terima 2.506 Mahasiswa SNBP 2026, Kuota Naik Jadi 23 Persen
Unair Terima 2.506 Mahasiswa SNBP 2026, Kuota Naik Jadi 23 Persen
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau