SURABAYA, KOMPAS.com - Meskipun Pemerintah telah menegaskan bahwa tidak akan ada kenaikan atau penyesuaian harga BBM pada 1 April 2026.
Namun, derasnya isu yang beredar lebih dulu memicu aksi panic buying di berbagai daerah, termasuk di Jawa Timur.
Kekhawatiran tetap tumbuh. Masyarakat antre di sejumlah SPBU di Kota Malang dan Surabaya mendadak membeludak pada Selasa (31/3/2026) kemarin.
Tidak hanya terjadi pada jam sibuk, antrean justru bertahan hingga malam hari dan didominasi kendaraan roda dua.
Baca juga: Antrean SPBU Jember Berlanjut, Bupati Fawait: Harga BBM Tidak Naik
Tutus, warga Malang, menjadi salah satu yang merasakan langsung situasi tersebut.
Sejak sore, ia sudah memperkirakan antrean akan panjang saat mengisi BBM untuk motor injeksi miliknya.
Namun, kondisi yang ditemui saat malam hari justru di luar dugaan.
“Awalnya saya pikir kalau malam antreannya berkurang. Ternyata tetap panjang, malah didominasi motor,” kata pria yang tinggal di kawasan Sawojajar itu kepada Kompas.com.
Saat itu, ia terpaksa kembali ke SPBU karena bahan bakar motornya sudah hampir habis.
Meski menggunakan kendaraan berbeda, situasi antrean tetap tidak jauh berbeda, padat dan memakan waktu.
Baca juga: Hemat BBM, ASN Pamekasan Diminta Bersepeda, Model WFH Masih Dibahas
Di balik antrean tersebut, tersimpan kekhawatiran masyarakat akan kemungkinan BBM susah didapat.
Pria berusia 39 tahun itu mengakui, rasa cemas itu muncul meskipun pemerintah telah memastikan ketersediaan stok dalam kondisi aman.
“Ada kekhawatiran, apalagi kebijakan yang muncul terkesan mendadak,” imbuhnya.
Ia juga menilai pengalaman kebijakan BBM di masa lalu turut memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat.
Meski tidak merasa trauma, ia menyadari BBM merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa dihindari.