Editor
KOTA BATU, KOMPAS.com – Kabar duka datang dari objek wisata baru di Kota Batu, Jawa Timur. Seorang wisatawan dilaporkan meninggal dunia saat sedang mengunjungi destinasi wisata Mikutopia yang berlokasi di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di tengah momen libur panjang Lebaran Idul Fitri, tepatnya pada Senin (23/3/2026). Korban yang diketahui berinisial S (45), merupakan warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.
Baca juga: Pingsan Saat Antre Tiket, Wisatawan Mikutopia Meninggal Dunia dalam Perjalanan ke RS
Kapolsek Bumiaji, AKP Anton Hendry, membenarkan adanya insiden tersebut. Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula ketika korban sedang mendampingi suaminya untuk mengantre tiket masuk di loket Mikutopia.
Secara tiba-tiba, korban yang semula berdiri normal jatuh pingsan tanpa menunjukkan tanda-tanda mencurigakan sebelumnya.
"Benar, memang ada kejadian wisatawan meninggal dunia. Waktu menunggu suaminya antre tiket, yang bersangkutan tiba-tiba jatuh pingsan," ujar Anton saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (31/3/2026).
Petugas di lokasi segera membawa korban ke Pos P3K area wisata untuk mendapatkan penanganan medis awal. Namun, karena kondisi kesehatan korban terus menurun, pihak pengelola memutuskan untuk merujuknya ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Korban kemudian dilarikan menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Punten karena kondisinya yang menurun," lanjut Anton.
Baca juga: Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Meski upaya evakuasi telah dilakukan secepat mungkin, nyawa korban tidak dapat tertolong. Berdasarkan pemeriksaan medis di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia sebelum sampai di lokasi perawatan.
"Dokter jaga rumah sakit yang melakukan pemeriksaan mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah meninggal dunia," ucap Anton.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi.
Hal inilah yang diduga kuat menjadi penyebab korban jatuh pingsan hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Terkait kejadian ini, pihak keluarga menyatakan telah menerima musibah tersebut dengan ikhlas. Mereka juga menolak untuk dilakukan otopsi dan tidak mengajukan tuntutan hukum apa pun.
"Keluarga korban juga tidak mempermasalahkan peristiwa ini, dan sudah merelakan karena memang istrinya memiliki riwayat sakit darah tinggi," beber Anton.
Baca juga: Hujan Deras, Banjir Lumpur Rendam Rumah Warga di Kota Batu
Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadani, turut memberikan konfirmasi atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tim medis internal telah berupaya memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian.
"Korban memang sempat pingsan di lokasi. Tim medis kami segera memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit. Namun, korban meninggal dunia saat berada di rumah sakit," tegas Panji.