Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi

Kompas.com, 1 April 2026, 12:12 WIB
Rachmawati

Editor

KOTA BATU, KOMPAS.com – Kabar duka datang dari objek wisata baru di Kota Batu, Jawa Timur. Seorang wisatawan dilaporkan meninggal dunia saat sedang mengunjungi destinasi wisata Mikutopia yang berlokasi di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di tengah momen libur panjang Lebaran Idul Fitri, tepatnya pada Senin (23/3/2026). Korban yang diketahui berinisial S (45), merupakan warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.

Baca juga: Pingsan Saat Antre Tiket, Wisatawan Mikutopia Meninggal Dunia dalam Perjalanan ke RS

Kronologi Kejadian saat Antre Tiket

Kapolsek Bumiaji, AKP Anton Hendry, membenarkan adanya insiden tersebut. Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula ketika korban sedang mendampingi suaminya untuk mengantre tiket masuk di loket Mikutopia.

Secara tiba-tiba, korban yang semula berdiri normal jatuh pingsan tanpa menunjukkan tanda-tanda mencurigakan sebelumnya.

"Benar, memang ada kejadian wisatawan meninggal dunia. Waktu menunggu suaminya antre tiket, yang bersangkutan tiba-tiba jatuh pingsan," ujar Anton saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (31/3/2026).

Petugas di lokasi segera membawa korban ke Pos P3K area wisata untuk mendapatkan penanganan medis awal. Namun, karena kondisi kesehatan korban terus menurun, pihak pengelola memutuskan untuk merujuknya ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Korban kemudian dilarikan menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Punten karena kondisinya yang menurun," lanjut Anton.

Baca juga: Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit

Meninggal dalam Perjalanan, Punya Riwayat Darah Tinggi

Meski upaya evakuasi telah dilakukan secepat mungkin, nyawa korban tidak dapat tertolong. Berdasarkan pemeriksaan medis di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia sebelum sampai di lokasi perawatan.

"Dokter jaga rumah sakit yang melakukan pemeriksaan mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah meninggal dunia," ucap Anton.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi.

Hal inilah yang diduga kuat menjadi penyebab korban jatuh pingsan hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Terkait kejadian ini, pihak keluarga menyatakan telah menerima musibah tersebut dengan ikhlas. Mereka juga menolak untuk dilakukan otopsi dan tidak mengajukan tuntutan hukum apa pun.

"Keluarga korban juga tidak mempermasalahkan peristiwa ini, dan sudah merelakan karena memang istrinya memiliki riwayat sakit darah tinggi," beber Anton.

Baca juga: Hujan Deras, Banjir Lumpur Rendam Rumah Warga di Kota Batu

Tanggapan Pengelola Mikutopia

Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadani, turut memberikan konfirmasi atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tim medis internal telah berupaya memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian.

"Korban memang sempat pingsan di lokasi. Tim medis kami segera memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit. Namun, korban meninggal dunia saat berada di rumah sakit," tegas Panji.

Halaman:


Terkini Lainnya
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
Surabaya
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Surabaya
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Surabaya
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Surabaya
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Surabaya
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
Surabaya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Surabaya
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Surabaya
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Surabaya
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Surabaya
Beda Petis Madura dan Petis Surabaya, dari Bahan Baku, Tekstur, hingga Sejarahnya
Beda Petis Madura dan Petis Surabaya, dari Bahan Baku, Tekstur, hingga Sejarahnya
Surabaya
Tabrak Truk Parkir, Ibu dan Balita di Jombang Tewas
Tabrak Truk Parkir, Ibu dan Balita di Jombang Tewas
Surabaya
7 ASN Kota Pasuruan Bolos Hari Pertama Kerja, Ancaman Sanksi Menanti
7 ASN Kota Pasuruan Bolos Hari Pertama Kerja, Ancaman Sanksi Menanti
Surabaya
Hemat BBM, ASN Pamekasan Diminta Bersepeda, Model WFH Masih Dibahas
Hemat BBM, ASN Pamekasan Diminta Bersepeda, Model WFH Masih Dibahas
Surabaya
Unair Terima 2.506 Mahasiswa SNBP 2026, Kuota Naik Jadi 23 Persen
Unair Terima 2.506 Mahasiswa SNBP 2026, Kuota Naik Jadi 23 Persen
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau