Indonesia Terima Airbus A400M Pertama, Perkuat Armada Angkut Militer TNI AU

Kompas.com, 3 November 2025, 09:48 WIB
Reska K. Nistanto

Penulis

KOMPAS.com - Indonesia resmi menerima pesawat angkut militer berat Airbus A400M pertama dari dua unit yang dipesan Pemerintah Indonesia, hari ini, Senin (3/11/2025). Pengiriman A400M pertama Indonesia ini enam bulan lebih cepat dari jadwal semula.

Ini menjadi langkah penting dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) pertahanan udara Indonesia, khususnya di sektor angkut taktis dan strategis.

Pesawat A400M tersebut akan digunakan oleh TNI Angkatan Udara (TNI AU). Serah terima dilaksanakan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, setelah proses administratif dan teknis sebelumnya dilakukan di fasilitas Airbus di Seville, Spanyol.

Indonesia diketahui memesan dua unit A400M pada 2021, dengan pesawat kedua dijadwalkan tiba pada 2026.

Baca juga: Foto-foto A400M TNI AU Keluar dari Hanggar Pengecatan Pabrik di Spanyol

“Dengan ini Indonesia resmi menjadi operator A400M ke-10,” kata Karl-Heinz Grossman, Kepala Divisi Internasional Airbus Defence and Space.

Ia menambahkan bahwa pengiriman pesawat ini menunjukkan kepercayaan Indonesia terhadap kemampuan A400M untuk mendukung kebutuhan operasi lintas wilayah dengan kondisi geografis kompleks.

Grossman juga memastikan Airbus akan mendampingi TNI AU dalam fase awal pengoperasian pesawat.

“Kami siap memberikan pelatihan dan dukungan penuh agar transisi operasional berjalan mulus dan optimal,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Baca juga: A400M Berpotensi Jadi Pesawat Pembom Air TNI AU

Dikaji untuk misi pemadaman kebakaran hutan

Selain untuk angkut logistik dan pasukan, pemerintah juga tengah mempertimbangkan pemasangan perangkat pemadam kebakaran udara (firefighting kit) yang baru dikembangkan Airbus untuk pesawat A400M.

Pesawat Airbus A400M pertama Indonesia.Airbus Defense. Pesawat Airbus A400M pertama Indonesia.

Kit modular sistem roll-on/roll-off itu memungkinkan pesawat dikonversi menjadi pembom air (water bomber) berkapasitas hingga 20.000 liter air atau retardant dalam sekali terbang.

Bila opsi ini diambil, A400M diproyeksikan memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan, terutama di wilayah terpencil yang sulit dijangkau armada darat.

Baca juga: Airbus A400M Pertama untuk TNI AU Sukses Terbang Perdana

Unit perdana A400M yang telah tiba memiliki konfigurasi serbaguna, mulai dari misi kargo, pengangkutan pasukan, evakuasi medis (MEDEVAC), hingga tugas kemanusiaan dan bantuan bencana.

Pesawat ini mampu mengangkut muatan maksimum hingga 37 ton, termasuk helikopter ringan, kendaraan taktis, hingga logistik bantuan.

Dengan beban sekitar 30 ton, A400M mampu menempuh jarak 2.400 mil laut, memungkinkan operasi lintas wilayah dari Jakarta ke seluruh penjuru Nusantara.

A400M dirancang untuk fleksibilitas operasi, termasuk mampu mendarat di landasan pendek dan permukaan yang tidak beraspal.

Selain itu, pesawat ini dapat difungsikan sebagai tanker udara, menjadikannya aset pengganda kekuatan (force multiplier) bagi TNI AU dalam memperluas jangkauan operasi udara nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau