Microsoft Pernah "Usir" Jeffrey Epstein dari Xbox Live gara-gara Pelecehan

Kompas.com, Diperbarui 05/02/2026, 10:44 WIB
Bill Clinten,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

Sumber Mashable

KOMPAS.com – Dibukanya Epstein Files kepada publik mengungkap serangkaian fakta baru. 

Dalam berkas pengadilan tersebut diketahui bahwa Microsoft juga pernah "mengusir" pemodal asal Amerika Serikat (AS), Jeffrey Epstein, dari layanan online gaming Xbox Live pada 2013.

Berdasarkan beberapa dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ) belakangan ini, ada sebuah e-mail yang memperlihatkan bahwa Microsoft secara resmi melarang Epstein mengakses Xbox Live.

Pemblokiran ini diinformasikan kepada Epstein pada 19 Desember 2013 lalu lewat sebuah email pemberitahuan kepada alamat pribadi Epstein, jeevacation@gmail.com dengan judul “Xbox LIVE – Notification of Enforcement Action”.

E-mail tersebut menyatakan bahwa hak akses akun Xbox Live Epstein telah ditangguhkan secara permanen. Sehingga, Epstein tak bisa lagi masuk ke layanan Xbox Live untuk bermain game secara online di konsol Xbox.

Microsoft menyebut alasan pemblokiran terkait pelanggaran kebijakan perilaku, termasuk pelecehan, ancaman, dan/atau penyalahgunaan terhadap pemain lain, yang dinilai “parah, berulang, dan/atau berlebihan”.

Baca juga: Dokumen Epstein Dibuka, Elon Musk dan Bill Gates Angkat Bicara

Meski e-mail ini bersifat standar dan tidak merinci tindakan spesifik pengguna, dokumen Epstein Files juga memuat e-mail lanjutan dari Xbox Live di hari yang sama yang memberikan penjelasan lebih rinci terkait pemblokiran.

Dalam email tersebut, Microsoft lanjut menegaskan bahwa pemblokiran dilakukan karena Epstein saat itu berstatus sebagai pelaku kejahatan seksual yang terdaftar di AS (registered sex offender).

Kebijakan ini berkaitan dengan inisiatif yang diikuti Microsoft pada 2012, bekerja sama dengan Jaksa Agung Negara Bagian New York, AS.

Dalam kebijakan tersebut, Xbox melarang pelaku kejahatan seksual terdaftar mengakses platform game online, guna meminimalkan risiko terhadap pengguna lain, khususnya anak-anak.

“Langkah ini didasarkan pada kemitraan Jaksa Agung New York dengan Microsoft dan perusahaan game online lainnya untuk menghapus pengguna yang dikategorikan sebagai registered sex offender dari layanan game daring,” tulis Microsoft dalam e-mail tersebut.

Akun dibuat 2012, diblokir setahun kemudian

Pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein (kiri) dan rekannya, Ghislaine Maxwell (kanan) saat menumpangi pesawat jet pribadi yang tak disebutkan tanggal dan lokasinya. File Epstein mencatut sejumlah nama besar dunia, seperti Donald Trump, eks Pangeran Andrew dari Inggris, Bill Gates, hingga Elon Musk.US DEPARTMENT OF JUSTICE via AFP Pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein (kiri) dan rekannya, Ghislaine Maxwell (kanan) saat menumpangi pesawat jet pribadi yang tak disebutkan tanggal dan lokasinya. File Epstein mencatut sejumlah nama besar dunia, seperti Donald Trump, eks Pangeran Andrew dari Inggris, Bill Gates, hingga Elon Musk.

Dokumen lain dalam Epstein Files menunjukkan bahwa akun Xbox Live Epstein dibuat pada 2012. Artinya, dibutuhkan waktu sekitar satu tahun sebelum Microsoft mengambil tindakan pemblokiran permanen terhadap akun tersebut.

Epstein sendiri tercatat sebagai pelaku kejahatan seksual sejak 2009, setelah menjalani hukuman penjara selama 13 bulan atas kasus prostitusi dan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur.

Hingga kini, Microsoft belum memberikan pernyataan tambahan di luar dokumen yang tercantum dalam rilis Epstein Files tersebut.

Baca juga: Ini Isi Epstein File yang Catut Nama Bill Gates dan Elon Musk

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau