KOMPAS.com – Pada 21 Februari 1986, Nintendo resmi merilis sebuah game berjudul The Legend of Zelda di konsol rumahan Nintendo Entertainment System (NES).
Siapa sangka seri game tersebut terus diperbarui Nintendo hingga sekarang, dan kini menyentuh usia 40 tahun di 21 Februari 2026.
Judul paling baru dari waralaba (franchise) game ini adalah The Legend of Zelda: Echoes of Wisdom yang dirilis di Nintendo Switch pada 26 September 2024 lalu.
Dari dulu hingga sekarang, Nintendo, bersama beragam studio game dan pengembang (developer) yang menjadi mitranya, sudah merilis kurang lebih 21 judul game utama (mainline) dengan embel-embel "The Legend of Zelda".
Baca juga: Ini Dia, Tampilan Perdana Film Live-Action dari Game The Legend of Zelda
Selama empat dekade, The Legend of Zelda bisa dibilang menjadi salah satu waralaba yang paling berpengaruh dalam sejarah industri game.
Game ini bahkan menjadi inspirasi untuk beberapa game lainnya yang memiliki jalan cerita atau kualitas visual yang serupa. Lantas, apa yang membuat seri ini mampu bertahan selama 40 tahun?
The Legend of Zelda 1986.Setiap game The Legend of Zelda menghadirkan pahlawan bernama Link yang memiliki misi menyelamatkan putri kerajaan, Zelda, dari penjahat bernama Ganondorf.
Pada edisi pertamanya, The Legend of Zelda sudah menghadirkan inovasi. Salah satu terobosannya adalah sistem penyimpanan progres game alias save file yang tersimpan langsung di cartridge atau “kaset” game.
Fitur ini, yang tergolong inovatif pada masanya, mengubah cara pemain menikmati game petualangan berdurasi panjang tanpa harus mengulang dari awal setiap kali bermain.
Selain inovasi teknis, game The Legend of Zelda juga memiliki desain permainan yang unik.
Dari dulu hingga sekarang, seri ini menawarkan elemen eksplorasi, aksi, dan teka-teki dalam satu paket.
Baca juga: Nintendo Bikin Aplikasi Streaming Musik, Bisa Dengar Lagu Mario dan Zelda
Alih-alih sekadar bertarung, pemain diajak memecahkan misteri dungeon yang dikunjungi, membaca petunjuk melalui dialog, serta menjelajahi dunia yang mendorong rasa penasaran untuk terus bereksplorasi.
Pola desain seperti ini, ditambah cerita heroik Link, terus dipertahankan di setiap rilisan The Legend of Zelda, menjadikannya salah satu game petualangan paling konsisten dari masa ke masa.
Poster game The Legend of Zelda Wind Waker.Meski memiliki fondasi cerita dan desain game yang serupa, Nintendo terus bereksperimen dengan menghadirkan pendekatan suasana berbeda di setiap game The Legend of Zelda yang dirilis.
The Legend of Zelda: The Wind Waker (2002), misalnya, menghadirkan petualangan di laut lepas dengan nuansa visual yang cerah.
Sementara itu, The Legend of Zelda: Spirit Tracks (2009) memperkenalkan eksplorasi menggunakan kereta api sebagai elemen utama permainan.
Di samping mekanisme eksplorasi, sejumlah game The Legend of Zelda juga mengusung variasi gameplay dan pendekatan cerita.
Baca juga: Game The Legend of Zelda: Echoes of Wisdom Meluncur di Nintendo Switch