KOMPAS.com - Mulai Maret atau April 2026, transaksi di China dan Korea Selatan sudah bisa menggunakan QRIS. Jadi, bagi masyarakat Indonesia yang berencana ke dua negara tersebut, tidak perlu menukar uang tunai di money changer.
"Terkait dengan QRIS Antarnegara Indonesia-China dan Indonesia-Korea, ini kami akan implementasikan akhir Maret atau awal April," ujar Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta saat konferensi pers RDG BI, dikutip Kompas.com (20/2/2026).
Lebih lanjut disampaikan, untuk implementasi di China, proses uji coba atau sandboxing dan piloting telah selesai dilakukan pada akhir Januari kemarin.
Baca juga:
Sementara dengan Korea Selatan proses sandboxing dan piloting ditargetkan rampung pada akhir Februari ini.
Setelah proses terakhir itu selesai dilakukan, maka masyarakat akan lebih mudah untuk bertransaksi di China dan Korea Selatan tanpa perlu menukar uang tunai dan menghitung kurs.
"Jadi tinggal gunting pita saja, ibaratnya nanti tunggu tanggal mainnya. Catat, akhir Maret atau awal April," ucapnya.
Melalui QRIS Antarnegara, masyarakat dapat bertransaksi di luar negeri hanya dengan memindai kode QR lokal negara mitra, menggunakan aplikasi pembayaran digital dari Indonesia.
Baca juga:
Begitu juga sebaliknya, wisatawan dari negara yang telah bekerja sama bisa dengan mudah bertransaksi di merchant berlogo QRIS di Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka.
Tidak hanya itu, sistem pembayaran digital ini juga membuka peluang bagi UMKM sektor pariwisata.
Dengan QRIS Antarnegara, produk buatan dalam negeri dapat dijangkau wisatawan asing tanpa batas pembayaran.
Baca juga:
Saat ini, QRIS Antarnegara sudah dapat digunakan untuk bertransaksi di Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang.
BI mencatat, hingga pertengahan 2025, nilai transaksi QRIS Antarnegara sudah mencapai sekitar Rp 1,66 triliun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang