Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketika Literasi Digital dan STEM Berpadu, Tambah Ilmu bagi Siswa dan Guru

Kompas.com, 2 September 2025, 19:32 WIB
Erwin Hutapea

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang guru mengaku gelisah karena mendapatkan begitu banyak konten viral hampir setiap di berbagai grup WhatsApp di mana dia tergabung di dalamnya. Padahal, konten tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya. 

Kegelisahan itu menjadi salah satu topik pembicaraan dalam sesi Cek Fakta sebagai bagian dari program Jagat Literasi dari Kompas.com, khususnya tentang literasi digital, bagi guru-guru SDI Pembangunan di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Jumat (29/8/2025).

Sementara itu, guru yang lain menuturkan bahwa dia kerap mengalami kesulitan ketika mencari sumber resmi di media daring sebagai bahan untuk menyusun materi pelajaran bagi murid-murid di kelas tempatnya mengajar.

Sebagai guru Matematika sekaligus Kepala Perpustakaan SDI Pembangunan, Diwani Oktaviani Hafsah mengatakan, sesi Cek Fakta seperti ini sangat bermanfaat dalam pekerjaannya karena dia memperoleh pengetahuan baru mengenai cara untuk menentukan sumber acuan yang valid.

“Cek Fakta ini penting buat kami karena guru-guru bikin materi pelajaran dengan source sendiri, jadi kami mengerti mana sumber yang bisa diambil dan mana yang tidak,” ucap Diwani, Jumat (29/8/2025).

Baca juga: Unjuk Kemampuan, Siswa SDI Pembangunan Pun Paham soal Literasi Lingkungan

Menurut dia, ini merupakan kesempatan untuk menambah pengetahuan tentang literasi di dunia digital karena saat ini peredaran konten yang belum tentu bisa dipercaya begitu masif dan luas di berbagai bidang kehidupan.

Selain itu, pengetahuan mengenai literasi digital juga berfaedah bagi para siswa karena mereka sudah memiliki gawai masing-masing, baik untuk belajar maupun bermain gim.

Terlebih lagi, saat ini anak-anak telah mempunyai akun untuk mengakses berbagai media sosial di mana terdapat banyak konten teks, gambar, dan video yang sulit untuk dipertanggungjawabkan dan belum pantas dikonsumsi bagi anak di bawah umur.

“Literasi digital bermanfaat juga untuk anak-anak. Mereka pintar bermedia sosial, tapi terima informasi enggak utuh, cuma setengah-setengah, dan langsung percaya. Lalu disebar ke teman-temannya yang jadi ikut percaya juga,” imbuh Diwani.

Baca juga: Ketika Guru di Perbatasan RI-Timor Leste Bertanya Soal Pernyataan Menteri Sri Mulyani di Acara Jagat Literasi

Para guru SDI Pembangunan di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, sedang mengikuti sesi Literasi Digital tentang Cek Fakta, Jumat (29/8/2025), dalam program Jagat Literasi dari Kompas.com.KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Para guru SDI Pembangunan di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, sedang mengikuti sesi Literasi Digital tentang Cek Fakta, Jumat (29/8/2025), dalam program Jagat Literasi dari Kompas.com.

Sesi penulisan artikel oleh guru

Selain materi tentang Cek Fakta, sesi literasi digital juga diisi dengan topik mengenai penulisan artikel di media daring oleh guru.

Sesi ini diberikan sebagai respons atas permintaan para guru yang selama ini ingin menuliskan berbagai opini, pengalaman, dan praktik dalam pengajaran yang mereka lakukan di sekolah.

Mereka berharap agar setelah mengikuti sesi ini bisa langsung menerapkan sejumlah ilmu dan tips yang diperoleh, lalu memublikasikannya di media daring sehingga menjadi manfaat juga buat rekan-rekan seprofesi ataupun masyarakat umum.

“Untuk sesi penulisan artikel pun bermanfaat buat kita. Guru-guru bisa mulai dengan menulis pengalaman sederhana mengajar di kelas. Harapannya agar guru berani menulis dan anak-anak juga kita arahkan untuk menulis dengan mencari sumber yang valid,” jelas Diwani.

Baca juga: Aksi Jagat Literasi dan Mimpi Kepala SD Alkhairaat Tobelo Punya Perpustakaan Sebelum Pensiun

Presentasi tentang STEM

Bukan hanya soal Cek Fakta dan penulisan artikel, program Jagat Literasi dari Kompas.com juga diisi dengan sesi presentasi tentang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dari siswa-siswi kelas V dan VI SDI Pembangunan, Pamulang, yang dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama dari siswa kelas V melakukan presentasi berjudul “Komposku, Sahabat Tanah dan Tanaman; Solusi Ramah Lingkungan untuk Mengurangi Sampah”, sedangkan siswa kelas VI menampilkan materi bertajuk “Pentingnya Air Bersih; Filterisasi Air”. 

Halaman:
Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau