Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BGN Sebut MBG Akan Diberikan Selama 5 Hari, Kecuali Daerah 3T

Kompas.com, 30 Maret 2026, 08:24 WIB
Sania Mashabi,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah akan membagikan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sesuai dengan hari sekolah yang secara umum dilakukan selama lima hari yakni Senin hingga Jumat.

Meski demikian, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan MBG tetap disalurkan di hari Sabtu bagi siswa yang berada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dengan prevalensi stunting tinggi.

"Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategi memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari," kata Kepala BGN Dadan Hidayana dikutip dari laman resmi BGN, Minggu (29/3/2026).

Baca juga: Program Magang ke Jepang bagi Lulusan SMA/SMK, Bisa Dapat Uang Saku

BGN menilai, penting adanya pendataan yang cermat untuk menentukan daerah-daerah yang berhak menerima kebijakan khusus ini.

Oleh karena itu, BGN kata Dadan, akan menggunakan data terbaru dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, Kementerian Kesehatan RI sebagai acuan dalam menetapkan wilayah prioritas intervensi gizi, khususnya di wilayah Timur Indonesia.

"Tim kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kesehatan setempat untuk memastikan data akurat, sehingga MBG tepat sasaran," ujarnya.

Baca juga: Cerita Deedat, Lolos Jurusan Farmasi lewat Jalur Golden Ticket Unair 2026

Adapun pendataannya mencakup jumlah sekolah, jumlah siswa, serta prevalensi stunting di masing-masing wilayah.

Provinsi di wilayah Timur, Sumatera, dan Papua, tambah Dadan, menjadi contoh daerah prioritas karena angka stunting yang masih tinggi.

"Integritas data sangat penting, karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang kekurangan gizi," ungkapnya.

Baca juga: UIN Jakarta Masuk Peringkat Kampus Terbaik Dunia Versi QS WUR by Subject 2026

Melalui kebijakan ini, BGN berharap seluruh anak sekolah, terutama yang berada di daerah 3T dan rawan stunting, tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup dan mendukung pertumbuhan optimal.

Sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya rencana efisiensi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengurangi jumlah hari operasional.

Baca juga: Beasiswa Indonesia Bangkit atau BIB 2026: Biaya, Skema dan Jadwalnya

Efisiensi ini bakal menghemat Rp 40 triliun per tahun.

Ia menuturkan, rencananya jumlah hari penyaluran MBG akan dikurangi menjadi hanya 5 hari dari sebelumnya 6 hari dalam sepekan.

Langkah efisiensi ini diperkirakan bakal memberi dampak penghematan yang cukup signifikan.

Baca juga: Juwono Sudarsono Meninggal, Kemendikdasmen Sampaikan Belasungkawa

"Kan biasa seminggu 6 hari, dia bilang 5 hari. Jadi ada efisiensi juga dari MBG, ada pengurangan cukup banyak tuh. Dia bilang aja (hemat) Rp 40 triliun setahun, hitungan pertama kasar, tapi bisa lebih," ujar Purbaya di kantornya, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Meski begitu, ia tidak menjelaskan lebih lanjut terkait efisiensi yang akan dilakukan pada program MBG tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau