Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

496 Posko Mudik Lebaran Bisa Ditemukan di Google Maps

Kompas.com, 16 Maret 2026, 10:40 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 496 posko mudik Lebaran yang disiapkan pemerintah kini dapat dengan mudah ditemukan melalui Google Maps.

Fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Google untuk memudahkan masyarakat mencari lokasi tempat istirahat resmi di sepanjang jalur mudik.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, kerja sama tersebut bertujuan memberikan akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat agar perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

“Terima kasih banyak kepada Google atas kolaborasinya. Tujuan kita bersama hanya satu, yaitu memberikan kemudahan dan informasi seluas-luasnya bagi masyarakat agar bisa mudik dengan aman dan nyaman,” ujar Dody, dalam rilis, Senin (16/3/2026).

Baca juga: Menteri PU Tinjau Posko Mudik Lebaran Bersandal Jepit, Pastikan Kesiapan Infrastruktur

Untuk mendukung kelancaran perjalanan menuju kampung halaman, Kementerian PU menyiapkan 496 Posko Mudik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Posko tersebut berada di ruas jalan nasional maupun titik strategis jalur mudik yang banyak dilalui pemudik.

Melalui integrasi dengan Google Maps, masyarakat cukup mengetikkan kata kunci “Posko Mudik Kemen PU” pada kolom pencarian untuk menemukan lokasi posko terdekat yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat selama perjalanan.

Fasilitas Posko Mudik

Posko mudik tersebut menyediakan berbagai fasilitas dasar bagi pemudik seperti tempat istirahat, toilet, minuman, makanan ringan, serta kebutuhan dasar lainnya.

Dengan fasilitas tersebut, pemudik dapat memulihkan kondisi tubuh sebelum melanjutkan perjalanan.

Selain fasilitas dasar, sejumlah posko juga dilengkapi sarana hiburan dan relaksasi seperti karaoke, PlayStation, hingga kursi pijat untuk menambah kenyamanan pemudik.

Posko ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat, tetapi juga menjadi titik siaga untuk mendukung penanganan kondisi darurat di jalur mudik.

Ini termasuk antisipasi gangguan lalu lintas maupun potensi bencana seperti banjir, genangan, dan longsor di sekitar jaringan jalan nasional.

Baca juga: Tol Pandaan-Malang Siap Tampung Lonjakan Wisatawan saat Mudik Lebaran

Selain melalui Google Maps, Kementerian PU juga menyediakan microsite informasi jalur mudik yang dapat diakses melalui mudik.pu.go.id

 Platform tersebut menyajikan informasi real time mengenai kondisi jalan dan jembatan, lokasi posko mudik, titik rawan kemacetan, hingga pemantauan CCTV di sejumlah ruas jalan.

Strategic Partner Development Manager Geo Google Indonesia Richard Darsono mengatakan, integrasi data posko mudik ke Google Maps dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses informasi yang akurat selama perjalanan.

“Kami merasa terhormat dapat kembali mendukung tradisi mudik masyarakat Indonesia melalui teknologi kami. Dengan mengintegrasikan titik-titik strategis Posko Mudik Kementerian PU ke dalam Google Maps, kami ingin memastikan setiap pemudik memiliki akses informasi yang akurat dan real-time di ujung jari mereka,” tandas Richard.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau