Penulis
KOMPAS.com - Pasar properti di Dubai mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini terjadi setelah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Laporan Reuters pada 20 Maret menyebutkan, penurunan harga properti mulai terlihat hampir tiga minggu setelah pecahnya konflik yang turut melibatkan serangan Teheran ke sejumlah target, termasuk wilayah di kawasan Teluk seperti Uni Emirat Arab.
Data analis dari Goldman Sachs menunjukkan bahwa volume transaksi properti di UEA anjlok signifikan. Dalam 12 hari pertama Maret, transaksi tercatat turun hingga 37 persen secara tahunan.
Secara bulanan, penurunannya bahkan lebih dalam, mencapai 49 persen. Angka ini mencerminkan mulai melemahnya minat pasar di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Selama ini, Dubai dikenal sebagai salah satu destinasi favorit bagi kalangan kaya dunia untuk berinvestasi properti. Stabilitas keamanan menjadi salah satu daya tarik utama kota tersebut.
Baca juga: Jeddah Tower Sudah Capai Lantai 95, Bakal Lampaui Burj Khalifa
Namun, konflik yang melibatkan serangan drone Iran ke wilayah sekitar dinilai telah mengganggu persepsi tersebut. Dubai yang sebelumnya dianggap sebagai "safe haven" kini mulai dipandang lebih berisiko oleh sebagian investor.
Sejumlah agen properti melaporkan bahwa beberapa unit mulai ditawarkan dengan potongan harga cukup besar. Diskon yang diberikan berkisar antara 12 hingga 15 persen dari harga awal.
Fenomena ini menunjukkan adanya tekanan pada penjual untuk segera melepas aset di tengah kondisi pasar yang melemah.
Salah satu contoh datang dari properti yang berlokasi dekat Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia. Seorang penjual dilaporkan menawarkan unitnya dengan harga 650.000 dollar AS, turun sekitar 12 persen dari harga sebelumnya sebesar 735.000 dollar AS.
Penawaran tersebut disebut sebagai "penjualan cepat" yang dipicu oleh situasi geopolitik saat ini.
Para pelaku pasar kini cenderung mengambil sikap wait and see sambil memantau perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah. Ketidakpastian yang berlarut-larut berpotensi menekan pasar lebih jauh, terutama jika eskalasi meningkat.
Meski demikian, sebagian analis menilai bahwa pasar properti Dubai masih memiliki fundamental yang cukup kuat dalam jangka panjang. Namun dalam jangka pendek, sentimen global diperkirakan akan terus memengaruhi pergerakan harga dan volume transaksi.
Baca juga: Burj Khalifa Dubai Terkena Rudal Iran?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang