Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Burj Khalifa Nyaris Dihantam Drone, Harga Properti Sekitarnya Rontok

Kompas.com, 25 Maret 2026, 07:18 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Pasar properti di Dubai mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini terjadi setelah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Laporan Reuters pada 20 Maret menyebutkan, penurunan harga properti mulai terlihat hampir tiga minggu setelah pecahnya konflik yang turut melibatkan serangan Teheran ke sejumlah target, termasuk wilayah di kawasan Teluk seperti Uni Emirat Arab.

Data analis dari Goldman Sachs menunjukkan bahwa volume transaksi properti di UEA anjlok signifikan. Dalam 12 hari pertama Maret, transaksi tercatat turun hingga 37 persen secara tahunan.

Secara bulanan, penurunannya bahkan lebih dalam, mencapai 49 persen. Angka ini mencerminkan mulai melemahnya minat pasar di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Harga Properti Didiskon

Selama ini, Dubai dikenal sebagai salah satu destinasi favorit bagi kalangan kaya dunia untuk berinvestasi properti. Stabilitas keamanan menjadi salah satu daya tarik utama kota tersebut.

Baca juga: Jeddah Tower Sudah Capai Lantai 95, Bakal Lampaui Burj Khalifa

Namun, konflik yang melibatkan serangan drone Iran ke wilayah sekitar dinilai telah mengganggu persepsi tersebut. Dubai yang sebelumnya dianggap sebagai "safe haven" kini mulai dipandang lebih berisiko oleh sebagian investor.

Sejumlah agen properti melaporkan bahwa beberapa unit mulai ditawarkan dengan potongan harga cukup besar. Diskon yang diberikan berkisar antara 12 hingga 15 persen dari harga awal.

Fenomena ini menunjukkan adanya tekanan pada penjual untuk segera melepas aset di tengah kondisi pasar yang melemah.

Salah satu contoh datang dari properti yang berlokasi dekat Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia. Seorang penjual dilaporkan menawarkan unitnya dengan harga 650.000 dollar AS, turun sekitar 12 persen dari harga sebelumnya sebesar 735.000 dollar AS.

Penawaran tersebut disebut sebagai "penjualan cepat" yang dipicu oleh situasi geopolitik saat ini.

Para pelaku pasar kini cenderung mengambil sikap wait and see sambil memantau perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah. Ketidakpastian yang berlarut-larut berpotensi menekan pasar lebih jauh, terutama jika eskalasi meningkat.

Meski demikian, sebagian analis menilai bahwa pasar properti Dubai masih memiliki fundamental yang cukup kuat dalam jangka panjang. Namun dalam jangka pendek, sentimen global diperkirakan akan terus memengaruhi pergerakan harga dan volume transaksi.

Baca juga: Burj Khalifa Dubai Terkena Rudal Iran?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau