Penulis
KOMPAS.com - Pembangunan Jeddah Tower terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga akhir Februari 2026, gedung pencakar langit yang digadang-gadang menjadi gedung tertinggi di dunia ini telah mencapai sekitar lantai ke-95 di ketinggian 382 meter.
Direktur Eksekutif Saudi Binladin Group (SBG), Ian Miller di akun LinkedIn miliknya, rajin membagikan kemajuan Jeddah Tower yang terus mendekati ketinggian 1 kilometer.
"Saat ini kami sudah bersiap untuk melakukan pengecoran beton dinding di lantai 95," tulis Ian Miller.
Miller menyebut, gedung yang tengah dibangun perusahaannya itu sudah melampaui ketinggian atap Empire State Building, dan melebihi Federation Tower di Moskow, yang dulunya merupakan gedung tertinggi di Eropa.
"Saat ini hanya ada 65 bangunan di dunia yang lebih tinggi dari kami. Angka-angka ini mewakili lebih dari sekadar ketinggian. Angka-angka ini mewakili koordinasi, disiplin, dan eksekusi pada skala yang jarang dicapai oleh proyek-proyek di Bumi," tulis Miller.
Baca juga: Berapa Biaya Konstruksi Jeddah Tower, Calon Gedung Tertinggi di Dunia?
Menurut Miller, ketinggian Jeddah Tower yang sudah mencapai level 382 meter bukanlah hal yang mudah. Ada banyak pekerjaan sulit di baliknya, seperti pengecoran tak henti pada malam hari dalam kondisi yang menantang.
Tantangan lainnya, proyek ini dikerjakan dengan ketelitian di seluruh bidang teknik, logistik, dan transportasi vertikal, hingga ribuan orang bergerak sebagai satu sistem.
Proyek ambisius yang berlokasi di Jeddah ini kembali dilanjutkan pada awal 2025 setelah sempat terhenti cukup lama. Dengan progres yang terus berjalan, menara ini ditargetkan memiliki ketinggian lebih dari 1.000 meter dan rampung pada 2028.
Sejumlah laporan hingga 26 Februari 2026 mengonfirmasi bahwa struktur bangunan telah melampaui 90 lantai. Bahkan, tim konstruksi disebut mampu menambah satu lantai baru setiap tiga hingga lima hari, menandakan percepatan pembangunan yang cukup pesat.
Jika selesai sesuai rencana, Jeddah Tower akan melampaui ketinggian Burj Khalifa yang saat ini berdiri setinggi 828 meter. Dengan demikian, menara ini akan menyandang status sebagai gedung tertinggi di dunia.
Baca juga: Begini Profil Kontraktor Proyek Tertinggi Se-Jagat Raya Jeddah Tower
"Setelah selesai dibangun, jembatan ini akan memiliki panjang lebih dari 1.000 meter (3.280 kaki), menjadikannya struktur buatan manusia pertama yang mencapai panjang satu kilometer penuh," tulis Thornton Tomasetti, perusahaan konsultan teknik Amerika yang ikut menggarap proyek Jeddah Tower.
Tak hanya tinggi, proyek ini juga dirancang sebagai kompleks multifungsi dengan lebih dari 160 hingga 200 lantai. Salah satu daya tarik utamanya adalah dek observasi yang direncanakan berada di ketinggian sekitar 630 meter, menjadikannya salah satu titik pandang tertinggi di dunia.
Menarik ke belakang, pembangunan Jeddah Tower dimulai pada 2013. Namun, proyek ini sempat terhenti dua kali, yakni setelah kebijakan pembersihan anti-korupsi di Arab Saudi pada 2017 serta saat awal pandemi global.
Sebelum konstruksi dilanjutkan kembali pada 2025, proyek ini nyaris terbengkalai sejak 2020 dengan progres sekitar 300 meter atau setara 68 lantai.
Kini, proyek yang dipimpin oleh Jeddah Economic Company tersebut kembali berjalan dengan melibatkan berbagai perusahaan internasional, termasuk firma arsitektur Adrian Smith + Gordon Gill Architecture dan kontraktor Saudi Binladin Group.
Baca juga: Siapa Pemilik Jeddah Tower, Calon Gedung Terjangkung di Dunia?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang