Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Orang yang Suka Begadang Lebih Rentan Sakit Jantung? Ini Penjelasannya

Kompas.com, 12 Februari 2026, 12:02 WIB
Wisnubrata

Penulis

KOMPAS.com - Orang yang terbiasa begadang atau night owl ternyata berisiko lebih tinggi mengalami gangguan jantung dibandingkan mereka yang aktif di pagi hari (morning lark). Apa penyebabnya? Apakah semata-mata karena gaya hidup, atau ada faktor biologis yang ikut berperan?

Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa jawabannya kemungkinan adalah kombinasi keduanya.

Sebuah studi besar yang dipublikasikan pada 28 Januari di Journal of the American Heart Association memperkuat dugaan bahwa pola tidur memengaruhi kesehatan jantung.

Peneliti menganalisis data dari UK Biobank, basis data kesehatan raksasa di Inggris, yang melibatkan lebih dari 322.000 orang dewasa berusia 39 hingga 74 tahun. Para peserta diikuti selama hampir 14 tahun.

Mereka diminta melaporkan preferensi waktu tidur dan bangun, lalu dikelompokkan menjadi tiga tipe:

  • Morning type (tipe pagi)
  • Intermediate (tipe netral)
  • Evening type atau night owl (tipe malam)

Kesehatan jantung dinilai menggunakan skor Life’s Essential 8 (LE8) dari American Heart Association, yang mengukur delapan faktor penting:

  • Merokok
  • Pola makan
  • Aktivitas fisik
  • Gula darah
  • Berat badan
  • Tekanan darah
  • Kolesterol
  • Kualitas tidur

Skor berkisar dari 0 hingga 100 — semakin tinggi skor, semakin sehat kondisi kardiovaskular seseorang.

Baca juga: Penyebab Pusing Setelah Begadang Secara Ilmiah

Hasilnya cukup mencolok: Kelompok suka begadang atau night owl sejati memiliki kemungkinan 79% lebih tinggi untuk memiliki skor kesehatan jantung yang buruk dibanding kelompok intermediate.

Mereka juga memiliki risiko 16% lebih tinggi mengalami serangan jantung atau stroke selama masa pemantauan.

Sebaliknya, tipe pagi memiliki risiko 5% lebih rendah mengalami skor kesehatan jantung yang buruk.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?

Baca juga: Terbiasa Begadang, Bisakah Seseorang Jadi Morning Person?

Gaya Hidup Night Owl: Faktor Terbesar

Ketika ditelusuri lebih jauh, para peneliti menemukan bahwa sebagian besar peningkatan risiko tersebut berkaitan dengan faktor gaya hidup.

Dibandingkan tipe intermediate, night owl cenderung:

  • Memiliki paparan nikotin 54% lebih tinggi
  • Mengalami kualitas tidur 42% lebih buruk
  • Melakukan aktivitas fisik 19% lebih rendah
  • Memiliki pola makan 8% lebih buruk

Setelah faktor-faktor ini diperhitungkan, sekitar 75% peningkatan risiko penyakit jantung pada night owl ternyata berkaitan dengan gaya hidup — bukan semata-mata karena mereka bertipe malam.

Kontributor terbesar adalah:

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau