Penulis
KOMPAS.com - Bintang sepak bola dunia asal Mesir, Mohamed Salah, telah memberikan konfirmasi terkait rencana kepergiannya dari Liverpool pada pengujung musim 2025-2026.
Langkah ini menjadi titik akhir dari perjalanan panjang salah satu juru gedor paling berpengaruh di kompetisi kasta tertinggi Liga Inggris yang telah mendedikasikan kariernya untuk publik Anfield.
Keputusan emosional yang diambil oleh Mohamed Salah ini tentu mengguncang para pendukung setia The Reds di seluruh penjuru dunia.
Sejak menginjakkan kaki di Merseyside pada tahun 2017 silam, ia telah bertransformasi menjadi mesin gol yang menakutkan dengan catatan 255 gol dari total 435 laga di seluruh ajang yang diikuti klub.
Selama hampir satu dekade berseragam Merah, pemain yang kerap dijuluki "The Egyptian King" ini tidak sekadar mempersembahkan trofi prestisius seperti Liga Champions.
Baca juga: Pamit dari Anfield, Inilah Sederet Rekor Fantastis Mohamed Salah Bersama Liverpool
Musim ini, ia mencatatkan sejarah baru di Premier League dengan melampaui rekor keterlibatan gol milik ikon Manchester United, Wayne Rooney, untuk satu klub.
Data menunjukkan bahwa Wayne Rooney mengoleksi 276 keterlibatan gol bersama Setan Merah.
Namun Salah kini berada di puncak dengan 281 poin hasil kombinasi 189 gol dan 92 assist.
Pencapaian ini sekaligus memantapkan statusnya sebagai pemain asing paling subur di tanah Inggris, mengungguli torehan mantan striker andalan Manchester City, Sergio Aguero.
Dominasi Salah di lini serang memang sulit tertandingi, bahkan jika disandingkan dengan deretan penyerang hebat yang pernah dimiliki Manchester City lainnya.
Melalui pesan video yang diunggah di platform media sosial, pemain bernomor punggung 11 tersebut menyampaikan salam perpisahan yang sangat menyentuh hati para penggemar.
Baca juga: Pesan Emosional Mo Salah: Tinggalkan Liverpool Lebih Cepat Meski Masih Punya Sisa Kontrak
"Halo semuanya. Sayangnya hari ini telah tiba," buka Mohamed Salah dalam video unggahannya.
Pemain berusia 33 pun melanjutkan perasaannya mengenai kedekatan batin dengan klub.
Mohamed Salah merayakan golnya dalam pertandingan sepak bola perempat final Piala Afrika (CAN) antara Mesir vs Pantai Gading di Stadion Grand di Agadir pada 10 Januari 2026. (Foto oleh FRANCK FIFE / AFP)"Ini adalah bagian pertama dari perpisahan saya. Saya akan meninggalkan Liverpool di akhir musim. Saya ingin memulai dengan mengatakan bahwa saya tidak pernah membayangkan betapa dalamnya klub ini, kota ini, orang-orang ini akan menjadi bagian dari hidup saya," tambahnya.
Bagi Salah, identitas klub telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup dan karier profesionalnya.