Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
IdeAksi
IdeAksi adalah platform kolaboratif insan pelajar dan sivitas akademika untuk berbagi ide, menyalurkan inovasi, menunjukkan aksi nyata, serta merayakan prestasi. Di sinilah ruang generasi muda berkumpul, saling menginspirasi, berkolaborasi, dan menciptakan perubahan.

Cerita Ava dan Sean, Siswa Indonesia Pertama di Kompetisi Debat Oxford University

Kompas.com, 4 Juni 2025, 18:16 WIB

Dukungan penuh dari keluarga

Kesuksesan Ava dan Sean tak lepas dari dukungan penuh orangtua mereka. Anastasia Mussu ibu dari Ava, mengungkapkan betapa besar pengorbanan yang dilakukan anak-anak ini untuk bisa sampai di titik ini.

“Untuk mencapai semua yang mereka miliki saat ini, mereka harus latihan rutin tiga kali seminggu, bahkan setiap hari menjelang lomba. Latihan-latihan itu dilakukan setelah jam sekolah, kadang malam hari, dan kompetisi pun sering diadakan saat akhir pekan. Jadi ketika teman-teman mereka menikmati waktu libur, mereka justru bertanding,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (18/05/25).

Namun, dari semua itu, Anastasia melihat manfaat yang lebih besar. Ia melihat anaknya semakin cakap berbahasa inggris dan wawasan anaknya juga semakin luas.

“Kemampuan bahasa Inggris mereka meningkat, wawasan mereka luas karena mosi debat mencakup isu politik, ekonomi, teknologi, lingkungan, dan lainnya. Mereka juga belajar mengatur waktu dengan baik dan mengisi masa muda dengan kegiatan positif yang membanggakan,” tambahnya.

Sea Firca Kho ibu dari Sean juga mengisahkan ketika Ava dan Sean kalah di beberapa kompetisi. Mereka tidak langsung bisa mencapai prestasi yang besar, tetap ada kegagalan dan proses untuk kembali berjuang.

“Saya ingat saat mereka kalah dalam lomba dan menangis karena kecewa. Tapi dari situ mereka belajar memilih antara dua pilihan, menyerah atau bangkit dan belajar. Saya bangga karena mereka memilih untuk terus mencoba,” katanya.

Baca juga: Kisah Elsa, Anak Marbot Masjid Masuk UGM Tanpa Tes dan Dapat Beasiswa

Firca juga ingat hari ketika anaknya meraih kemenangan pertama mereka. Lompatan kegembiraan.

Tawa bahagia dan kebanggaan. Sekali lagi, mereka diberikan 2 pilihan, membiarkan kemenangan masuk ke dalam pikiran mereka dan menjadi sombong, atau merayakan kemenangan hari itu, lalu terus maju, dan tidak pernah berhenti belajar.

“Melalui semua itu, mereka perlahan-lahan keluar dari kepompong kecilnya dan tumbuh. Prosesnya, yang sebagian besar tidak nyaman, membantu membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih tangguh dan berdedikasi. Mereka memahami prinsip 'Anda menang atau Anda belajar.' Saya yakin hal ini akan membawa manfaat besar, tidak hanya dalam kompetisi dan akademis, tetapi juga sebagai anggota masyarakat,” tutur Firca.

Kerendahan hati adalah segalanya

Kompetisi debat yang mereka jalani berdua memberi mereka bekal keterampilan yang relevan dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Mereka belajar menggunakan bahasa Inggris secara aktif, menerapkan pemikiran kritis dan analisis isu global, mengasah kemampuan berbicara di depan umum dan presentasi, manajemen waktu, kerja tim, riset, serta penulisan akademik.

Dalam ekosistem debat yang penuh tekanan dan adu gagasan, Ava dan Sean justru menjalaninya dengan hati yang tertambat pada kerendahan hati.

Bagi mereka, kemenangan sejati tak hanya terpahat pada piala penghargaan tetapi juga dalam proses pertumbuhan pribadi yang mendalam.

Kompetisi bukan semata tentang menjadi yang terbaik, tetapi tentang menjadi pribadi yang terus belajar, terbuka, dan setia terhadap nilai-nilai yang baik.

Baca juga: Kuliah S1 Gratis, Beasiswa Garuda Gelombang 2 2025 Dibuka Pemerintah

Kompetisi debat yang telah dilalui Ava membuatnya sadar bahwa kerendahan hati harus dipertahankan ketika menghadapi berbagai tantangan. Ia juga merasa lebih siap beradaptasi dan terbuka terhadap berbagai sudut pandang, meski itu berarti tidak semua berjalan sesuai yang diharapkannya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau