Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ahli Gizi Ungkap Fakta Nutrisi Telur: Warna Cangkang Bukan Penentu Kesehatan

Kompas.com, 27 Juli 2025, 09:49 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

KOMPAS.com – Telur menjadi salah satu sumber protein hewani yang paling mudah diakses dan kaya manfaat.

Namun, tak sedikit masyarakat yang masih mempertanyakan perbedaan antara telur berwarna putih dan cokelat, serta apakah warna cangkangnya berpengaruh terhadap kandungan gizi di dalamnya.

Lalu, bagaimana memilih telur yang tepat, dan apakah warna telur menentukan kualitasnya?

Baca juga: Pengeluaran Rokok di Keluarga Tiga Kali Lipat Lebih Besar dari Telur

Perbedaan telur putih dan telur cokelat

Dikutip dari USA Today, warna cangkang telur ditentukan oleh ras ayam yang memproduksinya.

Ayam dengan bulu dan daun telinga putih umumnya bertelur putih, sementara ayam berbulu merah kecokelatan dan daun telinga merah cenderung menghasilkan telur cokelat.

“Perbedaan warna ini tidak berkaitan dengan nilai gizi telur,” jelas Alison Kane, ahli gizi dari Mass General Brigham.

Ia menambahkan, warna kuning telur yang lebih pekat pun tak selalu menandakan kandungan gizi yang lebih tinggi, melainkan lebih kepada jenis pakan yang diberikan pada ayam.

Label seperti "organic", "free-range", dan "pasture-raised" lebih menggambarkan bagaimana ayam dibesarkan serta jenis makanan yang mereka konsumsi.

Namun demikian, semua jenis telur, terlepas dari warna cangkang maupun metode peternakannya, memiliki kandungan gizi yang serupa jika dilihat dari aspek makronutrien utamanya.

Baca juga: 10 Makanan Penambah Massa Otot dan Berat Badan, Ada Telur dan Susu

Kandungan gizi telur dan manfaatnya bagi tubuh

Telur dikenal sebagai pangan padat gizi, alias nutrient dense food.

Satu butir telur besar rata-rata mengandung sekitar 74–78 kalori, 6 gram protein, dan 5 gram lemak, serta berbagai vitamin dan mineral esensial seperti vitamin A, D, B12, folat, selenium, dan fosfor .

Dilansir dari Healthline, telur merupakan sumber alami kolin, senyawa penting bagi fungsi otak dan perkembangan janin.

Kandungan ini tergolong langka dalam pola makan modern, padahal sangat vital terutama bagi ibu hamil dan menyusui.

Selain itu, telur mengandung antioksidan lutein dan zeaxanthin yang membantu menjaga kesehatan mata dan menurunkan risiko degenerasi makula serta katarak pada usia lanjut.

Baca juga: Telur Rebus atau Telur Goreng, Mana yang Lebih Sehat?

Tak perlu takut kolesterol dalam telur

Meski satu butir telur mengandung sekitar 186–207 mg kolesterol , penelitian terbaru menunjukkan bahwa kolesterol dari makanan tidak berkontribusi besar terhadap peningkatan kolesterol darah pada kebanyakan orang.

Hal ini dikarenakan hati mampu mengatur produksi kolesterol secara alami untuk menyesuaikan asupan dari luar.

WebMD mencatat bahwa konsumsi telur justru dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam tubuh, dan dapat berkontribusi pada penurunan kadar trigliserida, terutama jika telur diperkaya dengan asam lemak omega-3 .

Dalam sebuah studi di China, konsumsi satu butir telur setiap hari bahkan dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat stroke hemoragik hingga 30 persen.

Baca juga: Dokter Ingatkan Pola Makan Anak Tak Cukup Hanya Karbohidrat, Perlu Gizi Seimbang

Baik untuk jantung dan membantu diet

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa konsumsi telur tidak meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan pada individu dengan diabetes tipe 2, selama tetap dikonsumsi dalam konteks pola makan sehat .

Selain itu, telur memberikan efek kenyang yang tinggi. Konsumsi telur saat sarapan terbukti mampu menekan nafsu makan dan membantu mengontrol asupan kalori sepanjang hari.

Dalam sebuah penelitian, remaja yang sarapan telur mengonsumsi 130 kalori lebih sedikit saat makan siang dibandingkan mereka yang mengonsumsi sarapan lain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau