Penulis
KOMPAS.com - Aktor legendaris Dick Van Dyke yang genap berusia 100 tahun mengungkap satu kebiasaan sederhana yang ia yakini membuatnya panjang umur, yaitu menjaga pikiran tetap positif dan tidak mudah marah.
Kebiasaan ini tidak hanya berdasarkan pengalaman pribadi, tetapi juga didukung oleh berbagai penelitian ilmiah.
Melansir Science Alert (18/3/2026), sikap optimistis dan kemampuan mengelola stres memiliki kaitan kuat dengan usia yang lebih panjang.
Baca juga: 9 Perubahan Kecil yang Direkomendasikan Ahli untuk Panjang Umur
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki pandangan hidup optimistis cenderung hidup lebih lama.
Salah satu studi klasik terhadap 678 biarawati menemukan bahwa individu yang mengekspresikan emosi positif sejak muda hidup rata-rata 10 tahun lebih lama dibandingkan yang cenderung negatif.
Penelitian lain di Inggris juga menemukan bahwa orang optimistis memiliki peluang hidup 11 persen hingga 15 persen lebih lama.
Temuan ini diperkuat oleh penelitian dalam jurnal PNAS (10/9/2019), yang menunjukkan bahwa individu dengan tingkat optimisme tinggi memiliki peluang lebih besar mencapai usia lanjut.
Baca juga: 6 Rutinitas Pagi yang Meningkatkan Peluang Panjang Umur
Ilustrasi marah. Dick Van Dyke menyebut sikap positif sebagai kunci panjang umur, dan studi ilmiah mendukung hal tersebut.Peneliti menjelaskan bahwa emosi negatif seperti marah dapat memicu pelepasan hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol.
Hormon ini memberi tekanan pada sistem jantung dan pembuluh darah.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.
Penyakit-penyakit ini diketahui menjadi penyebab utama kematian dini.
Selain itu, stres juga berkaitan dengan pemendekan telomer, yaitu bagian pelindung pada ujung kromosom.
Ketika telomer memendek lebih cepat, sel tubuh menjadi lebih sulit memperbaiki diri, sehingga proses penuaan terjadi lebih cepat.
Baca juga: Kebiasaan Sarapan Pagi Bisa Bikin Panjang Umur, Begini Penjelasan Ahli
Orang yang memiliki sikap optimistis cenderung menjalani kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Mereka lebih konsisten berolahraga, menjaga pola makan, serta menghindari kebiasaan yang berisiko bagi kesehatan.
Penelitian dalam jurnal PNAS juga menunjukkan bahwa optimisme sering berkaitan dengan gaya hidup sehat yang mendukung umur panjang.
Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa umur panjang dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kondisi tubuh dan lingkungan.
Baca juga: Secangkir Kopi Bisa Jadi Resep Panjang Umur Perempuan
Ahli menyarankan bahwa mengelola stres tidak harus dilakukan dengan cara meluapkan emosi.
Cara yang lebih efektif adalah menenangkan tubuh, misalnya dengan mengatur napas atau melakukan relaksasi seperti yoga.
Pendekatan ini dapat membantu menurunkan tekanan pada jantung dan menjaga kondisi tubuh tetap stabil.
Selain itu, meningkatkan kesadaran dalam menjalani aktivitas sehari-hari juga dapat membantu menumbuhkan emosi positif.
Melakukan kegiatan yang menyenangkan tanpa tekanan juga bisa memberikan manfaat bagi kesehatan mental.
Temuan dari Science Alert dan jurnal PNAS menunjukkan bahwa panjang umur tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh cara seseorang mengelola emosi.
Sikap positif, kemampuan mengendalikan stres, serta kebiasaan hidup sehat menjadi faktor penting yang saling berkaitan.
Kebiasaan sederhana seperti menjaga pikiran tetap tenang dan tidak mudah marah dapat menjadi langkah awal untuk hidup lebih sehat dan lebih lama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang