Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dick Van Dyke Ungkap Rahasia Panjang Umur, Studi Sebut Kebiasaan Ini Berpengaruh

Kompas.com, 23 Maret 2026, 09:40 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

KOMPAS.com - Aktor legendaris Dick Van Dyke yang genap berusia 100 tahun mengungkap satu kebiasaan sederhana yang ia yakini membuatnya panjang umur, yaitu menjaga pikiran tetap positif dan tidak mudah marah.

Kebiasaan ini tidak hanya berdasarkan pengalaman pribadi, tetapi juga didukung oleh berbagai penelitian ilmiah.

Melansir Science Alert (18/3/2026), sikap optimistis dan kemampuan mengelola stres memiliki kaitan kuat dengan usia yang lebih panjang.

Baca juga: 9 Perubahan Kecil yang Direkomendasikan Ahli untuk Panjang Umur

Sikap positif terbukti berkaitan dengan umur panjang

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki pandangan hidup optimistis cenderung hidup lebih lama.

Salah satu studi klasik terhadap 678 biarawati menemukan bahwa individu yang mengekspresikan emosi positif sejak muda hidup rata-rata 10 tahun lebih lama dibandingkan yang cenderung negatif.

Penelitian lain di Inggris juga menemukan bahwa orang optimistis memiliki peluang hidup 11 persen hingga 15 persen lebih lama.

Temuan ini diperkuat oleh penelitian dalam jurnal PNAS (10/9/2019), yang menunjukkan bahwa individu dengan tingkat optimisme tinggi memiliki peluang lebih besar mencapai usia lanjut.

Baca juga: 6 Rutinitas Pagi yang Meningkatkan Peluang Panjang Umur

Stres dan marah bisa mempercepat penuaan

Ilustrasi marah. Dick Van Dyke menyebut sikap positif sebagai kunci panjang umur, dan studi ilmiah mendukung hal tersebut.Shutterstock/BOSS BTKPHOTOGRAPHY Ilustrasi marah. Dick Van Dyke menyebut sikap positif sebagai kunci panjang umur, dan studi ilmiah mendukung hal tersebut.

Peneliti menjelaskan bahwa emosi negatif seperti marah dapat memicu pelepasan hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol.

Hormon ini memberi tekanan pada sistem jantung dan pembuluh darah.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Penyakit-penyakit ini diketahui menjadi penyebab utama kematian dini.

Selain itu, stres juga berkaitan dengan pemendekan telomer, yaitu bagian pelindung pada ujung kromosom.

Ketika telomer memendek lebih cepat, sel tubuh menjadi lebih sulit memperbaiki diri, sehingga proses penuaan terjadi lebih cepat.

Baca juga: Kebiasaan Sarapan Pagi Bisa Bikin Panjang Umur, Begini Penjelasan Ahli

Optimisme juga mendorong gaya hidup sehat

Orang yang memiliki sikap optimistis cenderung menjalani kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Mereka lebih konsisten berolahraga, menjaga pola makan, serta menghindari kebiasaan yang berisiko bagi kesehatan.

Penelitian dalam jurnal PNAS juga menunjukkan bahwa optimisme sering berkaitan dengan gaya hidup sehat yang mendukung umur panjang.

Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa umur panjang dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kondisi tubuh dan lingkungan.

Baca juga: Secangkir Kopi Bisa Jadi Resep Panjang Umur Perempuan

Cara sederhana mengelola stres

Ahli menyarankan bahwa mengelola stres tidak harus dilakukan dengan cara meluapkan emosi.

Cara yang lebih efektif adalah menenangkan tubuh, misalnya dengan mengatur napas atau melakukan relaksasi seperti yoga.

Pendekatan ini dapat membantu menurunkan tekanan pada jantung dan menjaga kondisi tubuh tetap stabil.

Selain itu, meningkatkan kesadaran dalam menjalani aktivitas sehari-hari juga dapat membantu menumbuhkan emosi positif.

Melakukan kegiatan yang menyenangkan tanpa tekanan juga bisa memberikan manfaat bagi kesehatan mental.

Temuan dari Science Alert dan jurnal PNAS menunjukkan bahwa panjang umur tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh cara seseorang mengelola emosi.

Sikap positif, kemampuan mengendalikan stres, serta kebiasaan hidup sehat menjadi faktor penting yang saling berkaitan.

Kebiasaan sederhana seperti menjaga pikiran tetap tenang dan tidak mudah marah dapat menjadi langkah awal untuk hidup lebih sehat dan lebih lama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau