Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dilirik AS, Begini Cara Senjata Jagoan Ukraina Rontokkan Drone Iran

Kompas.com, 7 Maret 2026, 11:32 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Penulis

KYIV, KOMPAS.com - Ukraina bersiap mengirimkan spesialis drone militer ke negara-negara Teluk untuk membantu menangkis serangan pesawat nirawak (drone) Iran. 

Langkah ini diambil setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka meminta bantuan Ukraina dalam menghadapi ancaman drone Teheran.

Permintaan bantuan ini bukan tanpa alasan. Ukraina dinilai memiliki pengalaman tempur yang mumpuni dalam menghadapi drone Rusia yang dirancang serupa dengan drone Shahed buatan Iran

Ukraina berhasil mengembangkan sistem pertahanan serbaguna dengan biaya efisien yang mampu menjatuhkan ratusan drone dalam sekali operasi.

Lantas, bagaimana cara rudal Ukraina lawan drone Iran?

Baca juga: Israel Rilis Video Hancurkan Bunker Khamenei, Kerahkan 50 Jet Tempur

Drone Ukraina vs Shahed

Dikutip dari AFP, perusahaan senjata swasta di Ukraina telah memelopori pengembangan drone pencegat sekali pakai yang murah dan ringan.

Senjata ini berfungsi untuk menabrak dan menjatuhkan pesawat tanpa awak musuh dari langit.

Drone pencegat sebagian besar dikendalikan melalui kamera internal yang mengirimkan gambar secara real-time kepada pilot di darat. 

Akhir tahun lalu, Presiden Volodymyr Zelensky merilis dokumentasi saat pesawat pencegat ini menghantam drone Shahed. 

Zelensky bahkan telah menginstruksikan produsen lokal untuk memproduksi hingga 1.000 unit per hari.

Panglima Tertinggi Ukraina, Oleksandr Syrsky, menjelaskan bahwa efektivitas senjata ini sangat tinggi. 

Sekitar 70 persen dari seluruh drone yang diluncurkan Rusia ke wilayah Kyiv pada Februari lalu berhasil dilumpuhkan oleh pesawat pencegat ini.

Baca juga: AS Tak Peduli Rusia Bantu Iran, Klaim Intelijennya Tahu Semua

Harga mulai Rp 11,8 juta

Panglima tertinggi Ukraina, Oleksandr Syrsky, menjelaskan, sekitar 70 persen dari semua drone yang diluncurkan Rusia ke Kyiv dan wilayah sekitarnya pada Februari berhasil ditembak jatuh oleh pesawat pencegat.

Satu unit pencegat rudal dapat berharga mulai dari 700 dollar AS (Rp 11,8 juta) hingga 12.000 dollar AS (Rp 20 juta). 

Bahkan jenis yang paling mahal pun hanya sebagian kecil dari harga satu rudal yang ditembakkan dari baterai pertahanan udara Patriot AS, yang diperkirakan berharga lebih dari 1 juta dollar AS.

Halaman:


Terkini Lainnya
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau