Penulis
CHONBURI, KOMPAS.com - Sebuah insiden tidak biasa terjadi di Thailand di tengah krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah.
Preecha Ngernkasem, seorang petugas kuil yang bertugas mengurus kremasi, terpaksa menunjukkan jenazah di dalam kendaraannya kepada petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) demi mendapatkan solar.
Aksi nekat ini dilakukan Preecha setelah permintaannya untuk mengisi jeriken ditolak oleh petugas SPBU.
Baca juga: Thailand Mulai Terdampak Perang Iran, Antrean SPBU Mengular
Saat itu, dia sedang dalam perjalanan membawa jenazah seorang tunawisma tak dikenal dari sebuah rumah sakit di Provinsi Chonburi untuk dikremasi secara Buddha.
Dalam sebuah video yang disiarkan langsung melalui Facebook, Preecha terlihat turun dari mobil jenazah dan menghampiri petugas SPBU yang enggan melayaninya.
Dia kemudian membuka pintu belakang mobil dan mengangkat tutup peti mati agar petugas yang tertegun itu bisa melihat mayat di dalamnya.
"Anda menolak menjual bahan bakar kepada saya, jadi saya harus menunjukkan alasan mengapa saya membutuhkannya," ujar Preecha dalam video tersebut.
Baca juga: Krisis Energi, Vietnam dan Thailand Minta PNS Kerja dari Rumah
Melihat pemandangan tersebut, petugas SPBU sempat tertawa canggung sebelum rekan sejawatnya turun tangan.
Akhirnya, manajer SPBU bersedia untuk menjual BBM ke Preecha, sebagaimana dilansir AFP.
Preecha membutuhkan tiga jeriken masing-masing berkapasitas 18 liter diesel untuk proses satu kali pembakaran jenazah.
Kepada AFP pada Senin (30/3/2026), Preecha mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut telah dikremasi dengan layak pada Sabtu sore (28/3/2026).
Baca juga: PM Anutin Umumkan Kabinet Baru Thailand, Apa Bedanya dengan Kabinet Lama?
Dia mengaku sangat menyesalkan situasi yang mengharuskannya melakukan tindakan ekstrem tersebut.
"Saya belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya, dan saya tidak pernah menyangka akan melakukannya," ungkapnya.
Dia pun menyarankan agar pihak SPBU bersedia menjual bahan bakar jika pembeli menunjukkan surat keterangan kematian dari rumah sakit.
Baca juga: Nasib 23 ABK Thailand yang Diserang di Selat Hormuz, 3 Awak Terjebak
Kelangkaan bahan bakar di Thailand merupakan imbas dari gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah yang masih berkecamuk sampai sekarang.