KOMPAS.com - Kesadaran tentang perubahan iklim telah tumbuh, tapi aksi skala besar dinilai masih tertinggal. Mengapa perubahan terkait lingkungan tidak tersebar rata?
Orang cenderung percaya, begitu ada solusi baik yang muncul, masyarakat akan menerimanya dengan cepat, menurut studi baru dari University of Zurich, Swiss, dalam jurnal Nature Human Behaviour.
Baca juga:
Padahal kenyataannya bisa tidak demikian. Perubahan bergerak lambat karena setiap orang bereaksi berbeda, dilansir dari Earth, Jumat (20/3/2026).
"Mereka menanggapi apa yang dilakukan orang-orang di sekitar mereka, tapi jumlah dorongan yang mereka butuhkan bervariasi dari orang ke orang," kata Dr. Manuel Mariani, peneliti utama di Departemen Administrasi Bisnis University of Zurich.
"Beberapa orang akan mencoba ide baru begitu mereka mendengarnya. Yang lain menunggu sampai semua orang melakukannya," imbuh dia.
Sebagai contoh, seseorang mungkin langsung beralih ke kebijakan energi baru hanya setelah melihat sedikit orang yang mendukungnya.
Namun, orang lain mungkin akan menunggu sampai sebagian besar orang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa satu pendekatan tunggal tidak akan bisa berhasil untuk semua orang.
Baca juga:
Banyak orang sadar perubahan iklim, tapi aksi nyata masih tertinggal. Simak alasan mengapa masyarakat sulit menerima solusi lingkungan baru.Keputusan manusia tidak terjadi begitu saja secara mandiri. Teman, keluarga, dan koneksi secara online (daring) memengaruhi perilaku seseorang. Di titik itulah jejaring sosial menjadi sangat penting.
Tim peneliti ingin mengukur seberapa banyak dukungan yang dibutuhkan seseorang sebelum menerima ide baru. Tingkat ini disebut ambang batas pribadi.
Studi tersebut menemukan beberapa pola penting. Orang dengan ambang batas tinggi membutuhkan dukungan yang kuat sebelum mereka mau berubah.
Menargetkan orang-orang ini untuk mau melakukan aksi iklim secara langsung tidak selalu berhasil. Pendekatan yang lebih baik adalah fokus pada orang-orang yang terhubung dengan mereka yaitu mereka yang sudah hampir siap untuk berubah.
Temuan ini dapat membantu pemerintah dan organisasi merancang program yang lebih efektif. Aksi iklim, kampanye kesehatan masyarakat, dan upaya kesadaran sosial semuanya dapat memperoleh manfaat dari penelitian ini.
“Dengan mengidentifikasi siapa saja yang hanya membutuhkan 'sedikit dorongan' dan memahami bagaimana pengaruh tersebut menyebar melalui jejaring sosial, sebuah intervensi dapat dirancang untuk menghasilkan dampak yang jauh lebih besar,” ujar René Algesheimer, Profesor Pemasaran untuk Dampak Sosial di University of Zurich.
Alih-alih mendorong semua orang secara merata, program dapat fokus pada orang yang tepat pada waktu yang tepat.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya