Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Garis Putih di Belakang Pesawat Bisa Picu Pemanasan Global, Ini Cara Menguranginya

Kompas.com, 20 Maret 2026, 15:08 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Perubahan kecil pada jalur penerbangan pesawat dan contrail bisa membantu mengurangi dampak pemanasan global dari industri tersebut hingga hampir separuhnya.

Menurut studi baru yang dipimpin peneliti dari Cambridge University, Inggris, pengurangan itu dapat dilakukan dengan menghindari kondisi yang memicu pembentukan jejak kondensasi atau yang dikenal sebagai contrail.

Contrail, atau garis putih di belakang pesawat, sebenarnya merupakan awan buatan yang memerangkap panas di atmosfer sehingga berkontribusi besar pada pemanasan global.

Baca juga:

Mengurangi emisi industri penerbangan

Memperhatikan jejak contrail

Peneliti menuturkan, mengubah ketinggian jelajah pesawat beberapa ribu kaki, baik ke atas maupun ke bawah, dapat mencegah terbentuk contrails, dilansir dari Phys.org, Rabu (18/3/2026).

Mengurangi atau menghindari pembentukan contrail dengan cara ini juga dinilai akan lebih cepat dan murah dibandingkan langkah mitigasi iklim lainnya dalam industri penerbangan.

Sebab, praktik ini dapat langsung diterapkan menggunakan pesawat dan bahan bakar yang ada saat ini.

Namun, para peneliti menyatakan bahwa waktu sangatlah krusial, dan semakin cepat maskapai penerbangan menerapkan kebijakan penghindaran contrail, semakin besar dampak positifnya bagi iklim.

Hasil penelitian mereka telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications.

Baca juga:

Seberapa efektif mengurangi contrail?

Sering lihat jejak putih pesawat di langit? Itu adalah contrail yang memerangkap panas. Studi temukan cara menghilangkannya demi bumi.Pexels/Pixabay Sering lihat jejak putih pesawat di langit? Itu adalah contrail yang memerangkap panas. Studi temukan cara menghilangkannya demi bumi.

Penerbangan menyumbang sekitar dua sampai tiga persen emisi karbon dioksida global, tetapi dampak iklim totalnya lebih besar karena efek non-karbon dioksida (CO2), seperti jejak kondensasi.

Minat untuk menghindari jejak kondensasi sendiri telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satunya karena pemerintah dan maskapai penerbangan mencari cara untuk mengurangi dampak iklim penerbangan, sedangkan sektor ini beralih ke bahan bakar rendah karbon.

"Menghindari contrail sering kali sesederhana mengubah jalur penerbangan. Cukup bergeser sedikit ke ketinggian yang lebih tinggi atau lebih rendah untuk menghindari area atmosfer tempat terbentuknya contrail," ujar penulis utama Dr. Jessie Smith, dari Departemen Teknik Cambridge University.

Smith dan rekan-rekannya membuat pemodelan tentang bagaimana penyesuaian ketinggian untuk menghindari contrail dapat memengaruhi jejak iklim penerbangan secara keseluruhan.

Mereka menemukan, program semacam itu, jika diterapkan secara bertahap antara tahun 2035 hingga 2045, dapat menyelamatkan sekitar sembilan persen dari ambang batas suhu dunia yang tersisa sebelum melampaui batas dua derajat celsius dalam Perjanjian Paris.

Namun, mereka juga menemukan bahwa jika tindakan tidak segera diambil, pada tahun 2050 jejak kondensasi pesawat akan menambah sekitar 0,054 derajat celsius pemanasan atau 36 persen lebih banyak daripada pemanasan yang disebabkan oleh CO2 penerbangan selama periode yang sama.

Para peneliti juga menemukan, meskipun pengalihan rute pesawat dapat sedikit meningkatkan penggunaan bahan bakar, pengurangan pemanasan global akibat berkurangnya contrail akan jauh lebih besar daripada kompensasi emisi karbon dioksida tambahan yang dihasilkan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Pemerintah
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
Pemerintah
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Swasta
Harga CPO Global Diproyeksi Naik pada Q2 2026, Dipicu Ketegangan Timur Tengah
Harga CPO Global Diproyeksi Naik pada Q2 2026, Dipicu Ketegangan Timur Tengah
Swasta
Transformasi Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi China
Transformasi Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi China
Pemerintah
Auriga Ungkap Deforestasi Indonesia Naik 66 Persen, Terluas di Kalimantan
Auriga Ungkap Deforestasi Indonesia Naik 66 Persen, Terluas di Kalimantan
LSM/Figur
Meski Menjijikkan, Kecoak Bisa Menjadi Solusi atasi Sampah Plastik
Meski Menjijikkan, Kecoak Bisa Menjadi Solusi atasi Sampah Plastik
Pemerintah
Program Rumpon Bantu Nelayan Wawonii Tenggara Lebih Terencana
Program Rumpon Bantu Nelayan Wawonii Tenggara Lebih Terencana
Swasta
UT Corporate University Dapat Sertifikat Hijau, Hemat Energi hingga 67 Persen
UT Corporate University Dapat Sertifikat Hijau, Hemat Energi hingga 67 Persen
Swasta
Uni Eropa Borong Panel Surya hingga EV di Tengah Krisis Energi
Uni Eropa Borong Panel Surya hingga EV di Tengah Krisis Energi
Pemerintah
Jelang Kemarau, Hujan Diprediksi Masih Terjadi di Indonesia hingga Sepekan ke Depan
Jelang Kemarau, Hujan Diprediksi Masih Terjadi di Indonesia hingga Sepekan ke Depan
Pemerintah
Mengintip Desa Manemeng yang Kembangkan Ekonomi Berbasis Gotong Royong dan Potensi Lokal
Mengintip Desa Manemeng yang Kembangkan Ekonomi Berbasis Gotong Royong dan Potensi Lokal
BUMN
Anthropic dan OpenAI Rekrut Spesialis Bahan Peledak, Cegah AI Disalahgunakan
Anthropic dan OpenAI Rekrut Spesialis Bahan Peledak, Cegah AI Disalahgunakan
Swasta
Bahan Kimia Abadi PFAS Berpotensi Picu Kerugian Bagi Perusahaan
Bahan Kimia Abadi PFAS Berpotensi Picu Kerugian Bagi Perusahaan
Pemerintah
Kimchi Bantu Bersihkan Tubuh dari Nanoplastik, Benarkah?
Kimchi Bantu Bersihkan Tubuh dari Nanoplastik, Benarkah?
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau