KOMPAS.com - Warisan budaya Yunani terdampak krisis iklim cukup parah. Akibatnya, pemerintah negara tersebut mengucurkan dana 25 juta dollar AS atau setara Rp 424 miliar untuk melindungi warisan budayanya.
Yunani menetapkan strategi nasional untuk melindungi warisan budaya sebagai tujuan jangka panjang hingga 2050, dengan tolok ukur setiap lima tahun, dilansir dari Greek Reporter, Sabtu (28/3/2026).
Baca juga:
Perlindungan tersebut menargetkan situs arkeologi dan monumen, dengan langkah pencegahan melibatkan penelitian ilmiah, perangkat digital, serta kerja sama internasional untuk memperkuat ketahanan beberapa aset budaya terpenting di Yunani.
Direktorat Purbakala Prasejarah dan Klasik Yunani mengembangkan strategi ini bersama Universitas Nasional dan Kapodistrian Athena, Yayasan Riset Nasional, Kementerian Krisis Iklim dan Perlindungan Sipil, serta Kementerian Lingkungan dan Energi Yunani.
Pantai Avlaki di Porto Rafti, Yunani. Dari Knossos hingga Mycenae, warisan budaya Yunani menghadapi ancaman krisis iklim. Bagaimana Yunani melindungi warisan budayanya?Selain pencegahan krisis iklim, strategi perlindungan warisan budaya di Yunani juga berfokus pada penilaian risiko nasional, yang meneliti tingkat paparan, kerentanan, serta bahaya di seluruh negeri.
Salah satu strateginya terkait proyek infrastruktur preventif untuk melindungi situs arkeologi yang rentan dari kerusakan akibat krisis iklim.
Langkah pencegahan meliputi sistem proteksi kebakaran, pekerjaan pengendalian banjir, dan proyek mitigasi tanah longsor.
Di sisi lain, Yunani juga meluncurkan perangkat dan platform digital untuk menilai risiko dan membantu pihak berwenang memilih rencana adaptasi yang disesuaikan untuk setiap lokasi.
Strategi perlindungan warisan budaya ini juga menetapkan sistem pemantauan dan evaluasi yang selaras dengan indikator internasional yang diadopsi pada COP30 tahun 2025 di Belém, Brasil.
Yunani telah menerapkan rencana adaptasi krisis iklim percontohan di 19 situs arkeologi yang menghadapi risiko iklim sedang atau tinggi. Situs tersebut termasuk Delphi, Olympia, Mycenae, Knossos, dan Delos.
Baca juga:
Pemandangan Acropolis di Athena, Yunani. Dari Knossos hingga Mycenae, warisan budaya Yunani menghadapi ancaman krisis iklim. Bagaimana Yunani melindungi warisan budayanya?Strategi perlindungan warisan budaya tersebut juga mencakup pembahan terhadap lima ancaman iklim utama yaitu kebakaran hutan, banjir, kekeringan, panas ekstrem, dan naiknya permukaan laut.
Sebelumnya, laporan UNESCO pada pertengahan 2025 mengungkapkan, lebih dari sepertiga kota warisan dunia di Mediterania berada di daerah pesisir.
Sepertiga penduduk Mediterania saat ini juga tinggal di dekat laut, yang terpapar dampak iklim seperti banjir akibat kenaikan permukaan laut, perubahan frekuensi gelombang ekstrem dan gelombang badai, serta intrusi air asin ke dalam akuifer pesisir.
Dari total 49 situs warisan budaya dunia di daerah pesisir dataran rendah Mediterania, sebanyak 37 di antaranya berisiko terkena banjir 100 tahunan pada 2018, dilansir dari laman UNESCO.
Kebakaran hutan di dalam dan sekitar kota-kota bersejarah juga berdampak signifikan di beberapa negara, seperti Albania, Kroasia, Yunani, Italia, Portugal, Spanyol, dan Turkiye.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya