Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ayah Baru Mudah Marah Setelah Anak Lahir? Bisa Jadi Gejala Depresi Pascapersalinan

Kompas.com, 19 Maret 2026, 13:03 WIB
Nabilla Ramadhian,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Konsultasi Tanya Pakar Parenting

Uraikan lika-liku Anda mengasuh anak jadi lebih simpel

Kenali soal gaya asuh lebih apik lewat konsultasi Kompas.com

KOMPAS.com - Masyarakat umumnya mengaitkan sindrom baby blues dan depresi pascapersalinan pada perempuan. Padahal, ayah baru juga memiliki risiko.

Bahkan, depresi pascapersalinan paternal ini sangat umum terjadi. Riset di Journal of the American Medical Association mencatat bahwa sekitar 10 persen ayah menderita depresi sebelum atau sesaat setelah anaknya lahir.

Depresi pascapersalinan pada ayah

Gejala yang patut diwaspadai

Pria penderita kondisi kesehatan mental ini sering terlihat pemarah, gampang tersinggung, atau agresif. Hal ini kerap mengejutkan karena gejala depresi selalu identik dengan kesedihan maupun tangisan.

Baca juga: Depresi pada Ayah Bisa Menurun ke Anak, kok Bisa?

"Pria dengan depresi dapat disalahartikan sebagai pemarah, mudah tersinggung, atau 'rewel'. Ekspektasi dari banyak orang adalah bahwa depresi muncul sebagai kesedihan. Dan meskipun bisa, tidak selalu begitu," terang psikolog Adam Borland, PsyD, dilansir dari Cleveland Clinic, Rabu (18/3/2026).

Gejala lainnya terkait depresi pascapersalinan pada ayah meliputi perasaan frustasi, putus asa, sinis, hilangnya minat pada hobi dan pekerjaan, bekerja terlalu lama, serta menjauhi keluarga.

Penderita juga kerap merasa sedih, kewalahan, kekurangan energi, kelelahan, dan sulit fokus.
Depresi parah bisa memicu niat melukai diri sendiri.

Mengapa pria bisa megalami depresi pascapersalinan?

Penyebab utamanya sebagian bersifat biologis dan sebagian lagi akibat perubahan dinamika hubungan usai kelahiran.

Borland mengatakan, kondisi ini bukanlah indikasi bahwa kamu tidak mencintai bayi, pasangan, maupun kehidupan barumu. Ini murni reaksi tubuh dan pikiran terhadap situasi kacau serta penuh tekanan di bulan-bulan awal merawat bayi.

"Ketika menjadi orangtua, hidupmu berubah dalam sekejap. Bahkan, orangtua yang paling berbakti pun mengalami depresi pascapersalinan. Ini bukan cerminan dirimu sebagai orangtua atau seseorang. Ini tidak berarti kamu adalah 'ayah yang buruk'. Dan itu tidak berarti kamu akan merasa seperti ini selamanya," jelas Borland.

Baca juga: Baby Blues Vs Depresi Pascapersalinan, Kenali Perbedaannya

Kehadiran bayi memicu penurunan testosteron pria pascapersalinan. Peneliti menduga, ini adalah bentuk evolusi agar ayah terikat dan merawat bayinya. Sayangnya, testosteron rendah memiliki kesamaan gejala dengan depresi.

"Kita tahu banyak tentang bagaimana hormon wanita berubah selama dan setelah kehamilan. Tetapi pria juga mengalami perubahan kadar hormon mereka setelah seorang anak lahir," lanjut Borland.

Faktor pendorong non-hormonal

Gejala depresi pada laki-laki.freepik.com Gejala depresi pada laki-laki.

Memiliki bayi mengubah segalanya, sehingga dapat memicu kecemasan hingga depresi. Ada beberapa penyebab potensial non-hormonal. Pertama adalah merasa tersisih.

Ibu umumnya cepat terikat dengan bayi, sedangkan ayah butuh waktu. Hal wajar ini kerap memicu keraguan peran. Kedua adalah tekanan mencari nafkah yang memicu stres finansial.

Ketiga adalah rasa bersalah akibat ekspektasi budaya, bahwa ayah baru wajib sangat gembira. Jika belum merasakannya, tak masalah, tetapi sering memicu perasaan bersalah.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau