Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hindari Melakukan 6 Hal Ini Jika Ingin Kulit Sehat dan Glowing

Kompas.com, 26 Maret 2026, 18:30 WIB
Devi Pattricia,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Memiliki kulit sehat dan glowing tidak selalu bergantung pada produk mahal atau rutinitas skincare berlapis-lapis. Faktanya, para dermatolog justru menyarankan untuk menghindari sejumlah kebiasaan yang dianggap merusak kulit tanpa disadari.

Menurut sejumlah ahli kulit, kesalahan kecil dalam rutinitas perawatan bisa berdampak besar dalam jangka panjang, mulai dari iritasi hingga mempercepat penuaan dini. 

Simak 6 hal yang sebaiknya tidak dilakukan jika ingin menjaga kesehatan kulit.

6 Hal yang harus dihindari demi mendapatkan kulit sehat

1. Terlalu banyak menggunakan produk skincare 

Tren skincare berlapis hingga 10 langkah mungkin terlihat menarik, tetapi tidak selalu baik untuk kulit. Penggunaan terlalu banyak produk bisa membuat kulit kewalahan.

“Saya tidak akan melakukan rutinitas perawatan kulit 10 langkah. Terlalu banyak produk bisa menyebabkan iritasi dan jerawat,” ujar dermatolog Cindy Wassef, MD, disadur Women’s Health, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, semakin banyak produk yang digunakan, semakin sulit mengetahui mana yang benar-benar bekerja. Selain itu, lapisan produk yang berlebihan juga bisa menghambat penyerapan bahan aktif.

Baca juga: Waspadai, 4 Cara Menghilangkan Komedo Ini Malah Merusak Kulit

2. Melewatkan sunscreen 

Paparan sinar matahari merupakan salah satu penyebab utama kerusakan kulit. Karena itu, penggunaan sunscreen tidak boleh dilewatkan, bahkan saat cuaca mendung.

“Ini adalah bagian terpenting. Saya tidak akan menghabiskan banyak uang untuk skincare tapi melewatkan sunscreen,” kata Wassef.

Dermatolog Susan Massick menambahkan, penggunaan sunscreen secara rutin dapat membantu mencegah flek hitam, kerutan, hingga pembesaran pori-pori. 

Ia menegaskan, perlindungan dari sinar UV adalah langkah paling sederhana namun efektif.

Baca juga: Wajah Anti-Kusam Saat Lebaran, Pilih Mineral atau Chemical Sunscreen?

3. Menggunakan krim antibiotik sembarangan

Banyak orang mengandalkan krim antibiotik untuk mengatasi luka kecil atau jerawat. Namun, ahli memperingatkan bahwa produk tertentu justru bisa memicu masalah baru.

“Ini sangat tidak disarankan karena bisa menyebabkan dermatitis kontak,” ujar dermatolog Ife J. Rodney, MD.

Penggunaan bahan seperti neomycin dapat memicu kemerahan, iritasi, bahkan memperburuk kondisi kulit. Oleh karena itu, penggunaan produk ini sebaiknya sesuai anjuran dokter.

4. Memencet Jerawat

Kebiasaan memencet jerawat mungkin sulit dihindari, tetapi efeknya bisa merusak kulit dalam jangka panjang.

“Ini menyebabkan trauma dan peradangan pada kulit di sekitarnya,” kata Rodney.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau