KOMPAS.com - Menggunakan pasta gigi untuk mengatasi jerawat menjadi salah satu trik yang cukup populer. Banyak orang menganggap bahan yang mudah ditemukan ini bisa menjadi solusi cepat saat jerawat muncul tiba-tiba.
Namun, apakah cara ini benar-benar efektif atau justru berisiko bagi kesehatan kulit? Sejumlah dermatolog mengungkap fakta di balik kebiasaan tersebut.
Secara teori, penggunaan pasta gigi untuk jerawat tidak sepenuhnya tanpa dasar. Beberapa kandungan dalam pasta gigi diketahui memiliki efek mengeringkan.
Baca juga: Apakah Pasta Gigi Bisa Atasi Gas Air Mata? Ini Penjelasan Dokter
Menurut dermatolog Joshua Zeichner, MD, pasta gigi dulu mengandung bahan antibakteri tertentu.
“Banyak pasta gigi dulu mengandung triclosan, yaitu zat antimikroba yang membantu membunuh bakteri penyebab jerawat di kulit,” ujarnya, seperti dikutip Seventeen, Kamis 926/3/2026).
Selain itu, bahan lain seperti baking soda, hidrogen peroksida, dan alkohol juga dapat membantu mengurangi minyak berlebih.
Sensasi dingin dari mentol pun bisa memberikan efek sementara dalam meredakan pembengkakan.
Meski terdengar menjanjikan, manfaat ini tidak serta-merta membuat pasta gigi aman digunakan sebagai obat jerawat.
Masalah utama dari penggunaan pasta gigi adalah fungsinya yang memang tidak ditujukan untuk kulit wajah.
Dermatolog Lauren Ploch, MD menegaskan, produk ini bisa memicu reaksi negatif.
“Pasta gigi dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan dermatitis kontak alergi, terutama jika memiliki rasa atau aroma tertentu,” jelasnya.
Kulit wajah memiliki struktur yang lebih sensitif dibandingkan area lain, sehingga bahan dalam pasta gigi, termasuk fluoride dan bahan pemutih, bisa memicu kemerahan, rasa perih, hingga iritasi.
Alih-alih menyembuhkan, penggunaan pasta gigi justru berisiko membuat kondisi jerawat semakin parah.
Baca juga: 5 Kesalahan Umum Saat Treatment Jerawat yang Justru Memperparah Kondisi Kulit
Selain iritasi, penggunaan pasta gigi juga dapat mengganggu keseimbangan alami kulit.
Dermatolog Adeline Kikam, MD mengungkap, pH kulit cenderung asam, sementara pasta gigi memiliki pH lebih basa.