Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Jerawat, Mitos atau Fakta?

Kompas.com, 26 Maret 2026, 21:05 WIB
Devi Pattricia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Sumber Seventeen

KOMPAS.com - Menggunakan pasta gigi untuk mengatasi jerawat menjadi salah satu trik yang cukup populer. Banyak orang menganggap bahan yang mudah ditemukan ini bisa menjadi solusi cepat saat jerawat muncul tiba-tiba.

Namun, apakah cara ini benar-benar efektif atau justru berisiko bagi kesehatan kulit? Sejumlah dermatolog mengungkap fakta di balik kebiasaan tersebut.

Apakah pasta gigi bisa menghilangkan jerawat?

Kandungan dalam pasta gigi bisa mengeringkan jerawat

Secara teori, penggunaan pasta gigi untuk jerawat tidak sepenuhnya tanpa dasar. Beberapa kandungan dalam pasta gigi diketahui memiliki efek mengeringkan.

Baca juga: Apakah Pasta Gigi Bisa Atasi Gas Air Mata? Ini Penjelasan Dokter

Menurut dermatolog Joshua Zeichner, MD, pasta gigi dulu mengandung bahan antibakteri tertentu.

“Banyak pasta gigi dulu mengandung triclosan, yaitu zat antimikroba yang membantu membunuh bakteri penyebab jerawat di kulit,” ujarnya, seperti dikutip Seventeen, Kamis 926/3/2026).

Selain itu, bahan lain seperti baking soda, hidrogen peroksida, dan alkohol juga dapat membantu mengurangi minyak berlebih. 

Sensasi dingin dari mentol pun bisa memberikan efek sementara dalam meredakan pembengkakan.

Meski terdengar menjanjikan, manfaat ini tidak serta-merta membuat pasta gigi aman digunakan sebagai obat jerawat.

Pasta gigi tidak dirancang untuk kulit dan berisiko iritasi

Masalah utama dari penggunaan pasta gigi adalah fungsinya yang memang tidak ditujukan untuk kulit wajah.

Dermatolog Lauren Ploch, MD menegaskan, produk ini bisa memicu reaksi negatif.

“Pasta gigi dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan dermatitis kontak alergi, terutama jika memiliki rasa atau aroma tertentu,” jelasnya.

Kulit wajah memiliki struktur yang lebih sensitif dibandingkan area lain, sehingga bahan dalam pasta gigi, termasuk fluoride dan bahan pemutih, bisa memicu kemerahan, rasa perih, hingga iritasi.

Alih-alih menyembuhkan, penggunaan pasta gigi justru berisiko membuat kondisi jerawat semakin parah.

Baca juga: 5 Kesalahan Umum Saat Treatment Jerawat yang Justru Memperparah Kondisi Kulit

Bisa ganggu keseimbangan pH dan kelembapan kulit

Selain iritasi, penggunaan pasta gigi juga dapat mengganggu keseimbangan alami kulit.

Dermatolog Adeline Kikam, MD mengungkap, pH kulit cenderung asam, sementara pasta gigi memiliki pH lebih basa.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau