Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Masih Merasa Kesepian meski Punya Pasangan? Ini Alasannya

Kompas.com, 28 Maret 2026, 11:32 WIB
Devi Pattricia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Sumber TIME

KOMPAS.com – Banyak orang mengira kesepian hanya dialami oleh mereka yang lajang atau hidup sendiri. Padahal, perasaan ini juga bisa muncul dalam hubungan romantis, bahkan yang sudah berjalan lama.

Psikolog berbasis New York, Niloo Dardashti menyebut, kondisi ini sebagai hal yang cukup umum terjadi.

“Sangat umum orang dalam hubungan jangka panjang merasa kesepian,” ujarnya, dilansir TIME, Sabtu (28/3/2026).

Baca juga: 6 Perilaku yang Menandakan Seseorang Kesepian, Apa Saja?

Menurutnya, kesepian bisa muncul karena ada hal yang tidak berjalan baik dalam hubungan atau karena seseorang berharap pasangannya bisa mengisi kekosongan dalam dirinya.

Lantas, apa saja penyebab seseorang tetap merasa kesepian meski memiliki pasangan? 

Penyebab seseorang merasa kesepian meski punya pasangan

Koneksi emosional mulai memudar dalam hubungan

Salah satu penyebab utama kesepian dalam hubungan adalah hilangnya kedekatan emosional. Seiring waktu, pasangan bisa saja merasa semakin jauh satu sama lain, meski secara fisik tetap bersama.

Terapis pernikahan dan keluarga, Gary Brown menjelaskan, kondisi ini sangat mungkin terjadi dalam hubungan mana pun. 

“Bahkan dalam hubungan terbaik, ada masa ketika salah satu atau kedua pasangan mulai menjauh dan merasa asing satu sama lain,” tutur Brown.

Ketika koneksi emosional melemah, komunikasi pun biasanya ikut terganggu. Hal ini membuat individu merasa tidak lagi dipahami atau didukung secara emosional, yang pada akhirnya memicu kesepian.

Perasaan ini sering kali tidak disadari sejak awal, tetapi perlahan berkembang seiring berkurangnya interaksi yang bermakna. Tanpa upaya untuk memperbaiki hubungan, jarak emosional ini bisa semakin melebar.

Sulit terbuka dan rentan pada pasangan

Kesepian juga bisa muncul ketika seseorang tidak sepenuhnya terbuka kepada pasangannya. Menyimpan perasaan, pikiran, atau pengalaman pribadi dapat menciptakan jarak emosional yang tidak terlihat.

Baca juga: Gen Z Disebut Rentan Kesepian, Ini yang Perlu Orangtua Ketahui

Psikolog klinis Jenny Taitz mengungkap, kurangnya kerentanan menjadi salah satu faktor penting. 

“Salah satu penyebab kesepian adalah tidak membicarakan perasaan atau tidak berbagi hal-hal yang mungkin terasa berisiko untuk diungkapkan,” katanya.

Ia menambahkan, seseorang bisa saja merasa dekat secara fisik dengan pasangannya, tetapi tetap merasa kesepian karena pasangannya tidak benar-benar mengenal sisi terdalam dirinya.

Kondisi ini membuat hubungan terasa dangkal, meski secara kasat mata terlihat baik-baik saja. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau