Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arti Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono, Anak Kedua AHY dan Annisa Pohan

Kompas.com, 30 Maret 2026, 19:54 WIB
Nabilla Ramadhian,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Konsultasi Tanya Pakar Parenting

Uraikan lika-liku Anda mengasuh anak jadi lebih simpel

Kenali soal gaya asuh lebih apik lewat konsultasi Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga besar Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama sang istri, Annisa Larasati Pohan, baru saja menyambut kelahiran anak kedua mereka.

Momen ini menjadi sangat istimewa sekaligus mengharukan bagi pasangan tersebut. Kehadiran sang buah hati yang berjenis kelamin laki-laki ini menjadi sebuah keajaiban setelah penantian yang cukup panjang, yakni selama 17 tahun, terhitung sejak putri pertama mereka lahir.

"Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan kabar baik. Istri kami tercinta Annisa Larasati Pohan, telah melahirkan dengan selamat anak kedua kami, seorang anak laki-laki," ujar AHY dalam konferensi pers di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta, Senin (30/3/2026).

Baca juga: 9 Gaya Maternity Shoot Annisa Pohan di Kehamilan Kedua, Serba Monokrom

AHY mengungkap, kelahiran anak kedua mereka yang dinamai Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono ini, adalah buah dari kesabaran yang luar biasa. Ini juga tercermin dalam arti nama sang buah hati.

Filosofi leluhur di balik nama "AHY junior"

Pemberian nama untuk anak kedua, yang jika disingkat juga AHY, bukan sekadar identitas pengenal, melainkan wujud doa dan harapan tulus dari "AHY senior" dan sang istri.

Di samping itu, ada keinginan kuat untuk menghormati sejarah dan garis keturunan keluarga Yudhoyono.

"Setiap orangtua punya doa, punya harapan yang baik, untuk putra-putrinya. Begitu pun kami. Kami termasuk adalah yang ingin memuliakan para leluhur," ungkap AHY.

Arjuna

Nama depan sang anak terinspirasi dari tokoh sentral dalam epos Mahabharata. Arjuna dikenal luas sebagai salah satu dari kesatria Pandawa Lima yang memiliki karakter tangguh dan tak tertandingi.

"Arjuna ini adalah sebuah tokoh yang dianggap merupakan kesatria yang punya keberanian, kecerdasan dan integritas. Hatinya lembut, bijaksana, tapi kokoh dalam prinsip teguh dalam nilai," jelas AHY.

Melalui nama depan tersebut, AHY berharap agar "AHY junior" tumbuh menjadi sosok dengan sifat-sifat tersebut, serta menjadi pemimpin yang memiliki sifat mulia, berani, dan cerdas.

"Tapi sekali lagi, kuat dalam prinsip kehidupan, dalam menjalankan tugas dan pengabdian. Itu makna 'Arjuna'," lanjut AHY. 

Baca juga: Inspirasi Sarimbit Lebaran ala Annisa Pohan, Paduan Putih dan Biru

Hanyokrokusumo

Annisa Pohan tampil elegan dalam maternity shoot kehamilan kedua bernuansa monokrom, dari gaun fitted hitam hingga dress longgar berkesan klasik.Instagram @annisayudhoyono Annisa Pohan tampil elegan dalam maternity shoot kehamilan kedua bernuansa monokrom, dari gaun fitted hitam hingga dress longgar berkesan klasik.

Untuk nama tengah, AHY secara khusus memintanya dari sang ayah, Susilo Bamabang Yudhoyono (SBY). Pemilihan nama ini membawa jejak sejarah yang kuat dari Kerajaan Mataram Islam, menyambung benang merah leluhur keluarga mereka.

SBY sendiri memiliki garis keturunan dari Kerajaan Mataram Islam, khususnya Hamengkubuwono ketiga. Sementara dari mendiang Ani Yudhoyono ada garis Hamengkubuwono pertama, dan Sultan Agung Hanyokrokusumo.

"Pak SBY dalam doanya juga menginginkan bahwa cucu beliau, cucu keenam, Arjuna ini, juga bisa mewariskan nilai-nilai baik dari leluhur-leluhurnya dari garis Sultan Agung dan juga Kerajaan Mataram Islam," kata AHY.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau