Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kota dengan Penjualan Ritel Tertinggi Awal 2026: Surabaya Memimpin

Kompas.com, 10 Maret 2026, 12:59 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Kinerja penjualan eceran di sejumlah kota besar di Indonesia menunjukkan perkembangan yang bervariasi pada awal 2026.

Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dirilis Bank Indonesia (BI) mencatat beberapa kota mengalami pertumbuhan penjualan ritel cukup tinggi secara tahunan, sementara beberapa kota lain justru mengalami perlambatan bahkan kontraksi.

Data tersebut tercermin dari perkembangan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang menggambarkan kinerja penjualan ritel di berbagai wilayah.

Baca juga: Penjualan Emas Pegadaian Melonjak 191 Persen pada Awal 2026

Ilustrasi Bank IndonesiaSHUTTERSTOCK/HARISMOYO Ilustrasi Bank Indonesia

Secara nasional, IPR Januari 2026 tercatat sebesar 223,6, atau tumbuh 5,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kinerja penjualan eceran pada awal tahun masih menunjukkan peningkatan secara tahunan.

“Kinerja penjualan eceran pada Januari 2026 diprakirakan meningkat secara tahunan,” ujar Ramdan dalam keterangan resmi BI, dikutip pada Selasa (10/3/2026).

Menurut dia, peningkatan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan penjualan pada kelompok barang budaya dan rekreasi, makanan, minuman dan tembakau, serta subkelompok sandang.

Baca juga: Sambut Ramadan, Tokopedia dan TikTok Shop Bagikan 5 Strategi Dongkrak Penjualan UMKM

Meski demikian, secara bulanan kinerja penjualan eceran pada Januari 2026 mengalami kontraksi 2,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm).

Kondisi ini sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Ramdan menjelaskan, kontraksi secara bulanan tersebut terjadi setelah tingginya aktivitas konsumsi masyarakat pada periode akhir tahun.

Ilustrasi belanja di supermarket.Unsplash Ilustrasi belanja di supermarket.

“Kinerja penjualan eceran pada Januari 2026 diprakirakan mengalami kontraksi secara bulanan sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah HBKN Natal dan Tahun Baru,” kata dia.

Baca juga: Penjualan Eceran Desember 2025 Naik 3,5 Persen, Januari 2026 Diproyeksi 7,9 Persen

Di tingkat daerah, survei ini juga menunjukkan dinamika yang berbeda-beda antar kota.

Surabaya mencatat pertumbuhan tertinggi

Beberapa kota mencatat pertumbuhan penjualan ritel yang cukup kuat pada awal 2026. Salah satu yang menonjol adalah Surabaya.

Berdasarkan hasil survei, penjualan ritel di Surabaya pada Januari 2026 tercatat memiliki indeks sekitar 491,9 dengan pertumbuhan 15,0 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi di antara sejumlah kota yang disurvei BI.

Baca juga: Penjualan Eceran Desember 2025 Naik, Ini Penopangnya

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau