Penulis
Meski tumbuh secara tahunan, secara bulanan penjualan ritel pada Januari 2026 tercatat mengalami kontraksi sebesar 2,7 persen.
Penurunan tersebut terjadi setelah pada bulan sebelumnya penjualan eceran tercatat tumbuh 3,1 persen secara bulanan.
Menurut hasil survei, kontraksi tersebut sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru.
Secara bulanan, hanya kelompok barang budaya dan rekreasi yang masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,0 persen. Sementara kelompok lainnya berada pada zona kontraksi.
Baca juga: Alfamart Cs Diminta Tahan Ekspansi ke Desa, Asosiasi Ritel: Kami Selalu Berusaha Patuhi Aturan
Kelompok peralatan informasi dan komunikasi tercatat mengalami kontraksi sebesar 7,7 persen secara bulanan.
Ilustrasi konsumen melakukan pemesanan mobil di booth Toyota di IIMS 2026Penurunan juga terjadi pada kelompok suku cadang dan aksesori sebesar 3,8 persen, makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,5 persen, serta subkelompok sandang sebesar 3,0 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, kinerja penjualan eceran menunjukkan peningkatan secara tahunan.
Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang mencatat pertumbuhan pada sejumlah kelompok barang konsumsi.
Baca juga: Menkop Ferry: Kepala-kepala Daerah yang Inginkan Moratorium Ritel Modern...
“Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan kelompok barang budaya dan rekreasi, makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang,” kata Ramdan dalam siaran pers, dikutip pada Selasa (10/3/2026).
Survei BI juga mencatat kinerja penjualan ritel di sejumlah kota survei menunjukkan pertumbuhan secara tahunan pada Januari 2026.
Beberapa kota mencatat pertumbuhan penjualan ritel yang cukup tinggi. Semarang, termasuk Purwokerto, tercatat memiliki indeks sebesar 87,9 dengan pertumbuhan 17,0 persen secara tahunan.
Surabaya memiliki indeks sebesar 491,9 dengan pertumbuhan 15,0 persen secara tahunan. Sementara itu, Denpasar memiliki indeks sebesar 124,4 dengan pertumbuhan 6,7 persen secara tahunan.
Baca juga: Studi Ritel Terbaru, 45 Persen Konsumen Pakai AI buat Belanja Ramadhan
Makassar juga mencatatkan pertumbuhan dengan indeks sebesar 214,2 atau meningkat 2,0 persen secara tahunan.
Di sisi lain, sejumlah kota mencatatkan perlambatan kinerja penjualan ritel. Survei menunjukkan penurunan terdalam secara bulanan terjadi di Manado sebesar 31,9 persen.
Penurunan juga tercatat di Jakarta sebesar 6,0 persen dan Surabaya sebesar 4,9 persen.