Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – Kinerja penjualan eceran di Indonesia diperkirakan meningkat pada Februari 2026.
Ini seiring meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Ramadhan dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri.
Hal tersebut tercermin dari hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2026 diprakirakan mencapai 233,5 atau tumbuh 6,9 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Baca juga: Kota dengan Penjualan Ritel Tertinggi Awal 2026: Surabaya Memimpin
Ilustrasi belanja, belanja di supermarket. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2026 yang tercatat sebesar 5,7 persen.
Peningkatan tersebut antara lain didorong oleh meningkatnya penjualan pada sejumlah kelompok barang, terutama suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta sandang.
Permintaan yang meningkat menjelang Ramadhan dan persiapan Lebaran disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan tersebut.
Secara bulanan, kinerja penjualan eceran juga diperkirakan mengalami peningkatan. Setelah pada Januari 2026 tercatat terkontraksi 2,7 persen secara bulanan (month to month/mtm), pertumbuhan pada Februari 2026 diprakirakan meningkat menjadi 4,4 persen.
Baca juga: Diskon Lebaran hingga 80 Persen, Ritel Targetkan Transaksi Rp 53 Triliun
BI mencatat, hampir seluruh kelompok barang diprakirakan mengalami peningkatan penjualan pada Februari 2026.
Kenaikan tersebut antara lain ditopang oleh penjualan pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, serta sandang.
Sebelum memasuki periode peningkatan tersebut, penjualan ritel pada Januari 2026 menunjukkan kinerja yang masih tumbuh secara tahunan.
Ilustrasi Bank IndonesiaSurvei Penjualan Eceran BI mencatat Indeks Penjualan Riil Januari 2026 sebesar 223,6 atau meningkat 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Pedagang Keluhkan Ekspansi Ritel Modern, Mendag: Enggak Ada Masalah
Pertumbuhan tahunan ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,5 persen pada Desember 2025.
Menurut hasil survei, peningkatan tersebut terutama bersumber dari kenaikan penjualan pada kelompok barang budaya dan rekreasi, makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang.
Kelompok barang budaya dan rekreasi tercatat memiliki indeks sebesar 64,0 dan tumbuh 15,9 persen secara tahunan. Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memiliki indeks sebesar 315,9 dan tumbuh 8,1 persen secara tahunan.
Subkelompok sandang tercatat memiliki indeks sebesar 86,3 dengan pertumbuhan 3,4 persen secara tahunan.
Baca juga: Menkop Ferry Juliantono Kaji Aturan Ritel Modern, Ini Alasannya