Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Citigroup Pangkas Target Harga Bitcoin Jadi 112.000 Dollar AS

Kompas.com, 22 Maret 2026, 18:00 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank investasi global Citigroup memangkas proyeksi harga bitcoin (BTC) dalam 12 bulan ke depan.

Ini seiring melambatnya kemajuan legislasi kripto di Amerika Serikat (AS) yang dinilai dapat menghambat adopsi institusional dan aliran investasi baru ke aset digital.

Dikutip dari CoinDesk, Minggu (22/3/2026), dalam catatan riset terbaru, analis Citigroup menurunkan target harga bitcoin menjadi 112.000 dollar AS dari sebelumnya 143.000 dollar AS.

Baca juga: Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Tembus 750.000 Dollar AS

Ilustrasi bitcoin. WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO Ilustrasi bitcoin.

Proyeksi untuk harga ether juga dipangkas menjadi 3.175 dollar AS dari 4.304 dollar AS.

Penurunan target ini dikaitkan dengan tertundanya pembahasan rancangan undang-undang struktur pasar kripto di Senat AS, yang sebelumnya diperkirakan dapat memberikan katalis regulasi bagi pertumbuhan industri aset digital.

“Katalis regulasi akan mendorong adopsi dan arus lebih lanjut, tetapi peluang untuk legislasi AS tahun ini semakin menyempit,” kata kepala riset makro kuantitatif global dan DeFi Citigroup Alex Saunders dalam catatan tersebut, dikutip dari TradingView.

Menurut Citi, kemajuan regulasi di AS menjadi faktor penting untuk mendorong permintaan dari investor institusional, termasuk potensi peningkatan aliran dana melalui produk exchange-traded fund (ETF) berbasis kripto.

Baca juga: Harga Bitcoin Turun ke 69.200 Dollar AS, Ultimatum Trump ke Iran Picu Volatilitas

Legislasi kripto tertahan di Senat AS

Rancangan undang-undang yang dikenal sebagai Digital Asset Market Clarity Act sebelumnya telah disetujui oleh DPR AS.

Namun, pembahasannya terhenti di Komite Perbankan Senat sejak awal tahun akibat perbedaan pandangan terkait aturan stablecoin.

Ilustrasi bitcoin. Harga Bitcoin bergerak sangat fluktuatif di tengah ketidakpastian pasar global akibat perang Iran. Meski sempat melonjak tajam, reli kripto terbesar di dunia itu mulai kehilangan momentum.UNSPLASH/ERLING LOKEN ANDERSEN Ilustrasi bitcoin. Harga Bitcoin bergerak sangat fluktuatif di tengah ketidakpastian pasar global akibat perang Iran. Meski sempat melonjak tajam, reli kripto terbesar di dunia itu mulai kehilangan momentum.

Ketidakpastian ini membuat peluang pengesahan regulasi pada 2026 dinilai semakin menyempit, sehingga mengurangi ekspektasi pasar terhadap katalis pertumbuhan industri kripto dalam jangka pendek.

Citigroup menilai, jika legislasi tidak segera disahkan, dampaknya dapat dirasakan pada permintaan investor dan arus modal masuk ke pasar kripto.

Baca juga: Harga Bitcoin Bertahan di 70.000 Dollar AS, Analis Soroti Sinyal Reset Siklus

Selain itu, dinamika politik menjelang pemilihan umum sela di AS juga dinilai dapat memengaruhi proses legislasi.

Menurut warta Reuters, beberapa anggota parlemen mendorong aturan yang lebih ketat, termasuk larangan bagi pejabat publik untuk memperoleh keuntungan dari investasi kripto serta penguatan aturan anti pencucian uang.

Rentang proyeksi harga yang lebar

Dalam skenario dasar (base case), Citigroup memperkirakan harga bitcoin mencapai 112.000 dollar AS dalam 12 bulan ke depan.

Namun, bank tersebut juga memaparkan kemungkinan pergerakan harga dalam rentang yang cukup lebar, tergantung kondisi makroekonomi dan permintaan investor.

Baca juga: Bitcoin Melemah ke 70.000 Dollar AS, Investor Respons Kebijakan Ketat The Fed

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau