Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Tembus 750.000 Dollar AS

Kompas.com, 22 Maret 2026, 14:18 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Penulis buku keuangan populer Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali mengeluarkan peringatan terkait potensi pecahnya gelembung atau bubble aset global yang ia sebut sebagai “yang terbesar dalam sejarah”.

Ia memprediksi lonjakan tajam harga aset lindung nilai seperti emas dan perak, serta aset kripto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) setelah krisis besar terjadi.

Pernyataan ini muncul di tengah dinamika pasar kripto yang masih berfluktuasi dan bergerak dalam kisaran terbatas, terutama untuk Bitcoin yang dalam beberapa waktu terakhir diperdagangkan di sekitar level psikologis 70.000 dollar AS.

Baca juga: Harga Bitcoin Bertahan di 70.000 Dollar AS, Analis Soroti Sinyal Reset Siklus

Ilustrasi bitcoin. Harga Bitcoin bergerak sangat fluktuatif di tengah ketidakpastian pasar global akibat perang Iran. Meski sempat melonjak tajam, reli kripto terbesar di dunia itu mulai kehilangan momentum.UNSPLASH/ERLING LOKEN ANDERSEN Ilustrasi bitcoin. Harga Bitcoin bergerak sangat fluktuatif di tengah ketidakpastian pasar global akibat perang Iran. Meski sempat melonjak tajam, reli kripto terbesar di dunia itu mulai kehilangan momentum.

Peringatan tentang “gelembung terbesar dalam sejarah”

Melalui unggahan di media sosial X, Kiyosaki menyatakan pasar global sedang menuju fase pecahnya gelembung besar.

BIGGEST BUBBLE BUST … It’s not IF. It’s WHEN,” tulis Kiyosaki, menegaskan keyakinannya bahwa krisis hanya soal waktu.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti pemicu krisis tersebut, tetapi meyakini dampaknya akan besar terhadap berbagai kelas aset. Setelah gelembung pecah, menurutnya, sejumlah instrumen investasi akan mengalami reli besar.

Prediksi harga emas dan perak

Kiyosaki memperkirakan harga emas dapat melonjak hingga 35.000 dollar AS per ons dalam satu tahun setelah gelembung emas pecah. Proyeksi ini jauh di atas harga emas saat ini di pasar global.

Baca juga: Bukan Soal Gaji Besar: Strategi Kaya ala Robert Kiyosaki untuk Gen Z

Selain emas, ia juga memproyeksikan harga perak dapat mencapai 200 dollar AS per ons dalam periode yang sama.

Dalam berbagai pernyataan sebelumnya, Kiyosaki memang dikenal konsisten mendorong investasi pada logam mulia sebagai langkah perlindungan terhadap ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan moneter.

Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Robert Kiyosaki mengungkap 10 pelajaran keuangan penting yang kerap baru disadari pria setelah bertahun-tahun bekerja.WIKIMEDIA COMMONS/GAGE SKIDMORE Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Robert Kiyosaki mengungkap 10 pelajaran keuangan penting yang kerap baru disadari pria setelah bertahun-tahun bekerja.

Target fantastis untuk Bitcoin dan Ethereum

Tak hanya logam mulia, Kiyosaki juga memprediksi reli besar pada aset kripto. Ia memperkirakan harga Bitcoin bisa melonjak hingga 750.000 dollar AS per koin dalam satu tahun setelah krisis pasar.

Selain itu, Ethereum diperkirakan dapat mencapai 95.000 dollar AS per koin dalam periode yang sama.

Baca juga: Bitcoin Melemah ke 70.000 Dollar AS, Investor Respons Kebijakan Ketat The Fed

Proyeksi ini muncul setelah harga kedua aset kripto tersebut mengalami koreksi signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Harga Bitcoin dilaporkan sempat turun lebih dari 34 persen dalam enam bulan terakhir, sementara Ethereum terkoreksi sekitar 47 persen dalam periode yang sama.

Pandangan tersebut mencerminkan keyakinan Kiyosaki bahwa fase koreksi merupakan bagian dari siklus pasar sebelum potensi kenaikan berikutnya.

Bitcoin bergerak di kisaran 70.000 dollar AS

Sementara itu, analisis pasar terbaru yang dikutip dari CryptoPotato, Minggu (22/3/2026l menunjukkan Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan, namun momentum kenaikannya mulai melambat karena menghadapi area resistensi kuat di kisaran rendah hingga pertengahan 70.000 dollar AS. 

Baca juga: Bitcoin Tembus 75.600 Dollar AS di Tengah Perang Timur Tengah, Kripto Jadi Safe Haven?

Halaman:


Terkini Lainnya
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di NTT Dikebut, Sebagian Mulai Beroperasi Tahun Depan
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di NTT Dikebut, Sebagian Mulai Beroperasi Tahun Depan
Ekbis
Rupiah Menguat ke Rp 16.979, Pasar Cermati Sinyal Reda Konflik Timur Tengah
Rupiah Menguat ke Rp 16.979, Pasar Cermati Sinyal Reda Konflik Timur Tengah
Ekbis
Tambak Udang Sumba Diproyeksi Serap 8.820 Tenaga Kerja, Bidik Devisa Rp 4,5 Triliun per Tahun
Tambak Udang Sumba Diproyeksi Serap 8.820 Tenaga Kerja, Bidik Devisa Rp 4,5 Triliun per Tahun
Ekbis
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di Sumba Dibiayai Pinjaman Asing
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di Sumba Dibiayai Pinjaman Asing
Ekbis
Menaker Akan Evaluasi Imbauan WFH Swasta, BUMN, dan BUMD dalam 2 Bulan
Menaker Akan Evaluasi Imbauan WFH Swasta, BUMN, dan BUMD dalam 2 Bulan
Ekbis
Stok BBM Indonesia Aman, Pertamina: Cadangan Dalam Kondisi Cukup
Stok BBM Indonesia Aman, Pertamina: Cadangan Dalam Kondisi Cukup
Ekbis
Jamkrindo Syariah Bukukan Laba Bersih Rp 141,03 Miliar pada 2025
Jamkrindo Syariah Bukukan Laba Bersih Rp 141,03 Miliar pada 2025
Syariah
Danamon (BDMN) Setor Dividen Rp 142,19 per Saham, Total Rp 1,4 Triliun dari Laba 2025
Danamon (BDMN) Setor Dividen Rp 142,19 per Saham, Total Rp 1,4 Triliun dari Laba 2025
Ekbis
Wisman Tumbuh Dua Digit, Turis China Melonjak Tajam pada Februari 2026
Wisman Tumbuh Dua Digit, Turis China Melonjak Tajam pada Februari 2026
Ekbis
Tambak Udang KKP di Waingapu Ditargetkan Produksi 52.000 Ton per Tahun
Tambak Udang KKP di Waingapu Ditargetkan Produksi 52.000 Ton per Tahun
Ekbis
Efisiensi MBG: Demi Keadilan Gizi dan Tanggung Jawab Fiskal
Efisiensi MBG: Demi Keadilan Gizi dan Tanggung Jawab Fiskal
Ekbis
WFH 1 Hari per Pekan, Hak Pekerja Wajib Tetap Dibayar Penuh
WFH 1 Hari per Pekan, Hak Pekerja Wajib Tetap Dibayar Penuh
Ekbis
Diskon Tarif Listrik Rp 10.000 Via PLN Mobile, Cek Cara Mendapatkannya
Diskon Tarif Listrik Rp 10.000 Via PLN Mobile, Cek Cara Mendapatkannya
Ekbis
Empat Hari Kerja, Tujuh Hari Berpikir: ASN Bekerja atau Sekadar Hadir?
Empat Hari Kerja, Tujuh Hari Berpikir: ASN Bekerja atau Sekadar Hadir?
Ekbis
WFH Swasta Diimbau 1 Hari Seminggu, Ini Aturan dan Sektor yang Dikecualikan
WFH Swasta Diimbau 1 Hari Seminggu, Ini Aturan dan Sektor yang Dikecualikan
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau