Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WEF Ungkap Tren Investasi Gen Z, Lebih Cepat dan Lebih Berani Risiko

Kompas.com, 22 Maret 2026, 18:36 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Gen Z menunjukkan pendekatan yang berbeda terhadap investasi dibanding generasi sebelumnya.

Perubahan ini tidak hanya dipengaruhi perkembangan teknologi dan akses informasi yang lebih luas, tetapi juga berkaitan erat dengan faktor kepercayaan terhadap lembaga keuangan dan sistem ekonomi secara umum.

Menurut laporan Global Retail Investor Outlook 2024 dari World Economic Forum (WEF), Gen Z cenderung mulai berinvestasi lebih awal dalam hidup dan lebih tertarik pada produk investasi yang kompleks, termasuk aset kripto maupun kelas aset alternatif lainnya.

Baca juga: Gen Z dan Milenial Hadapi Tekanan Finansial, Perencanaan Jadi Kunci

Ilustrasi investasi.FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi investasi.

Fenomena ini mencerminkan perubahan struktur pasar ritel global, di mana investor muda semakin memainkan peran penting dalam dinamika investasi.

Investasi dimulai lebih dini

WEF mencatat, sekitar 30 persen Gen Z mulai berinvestasi saat masih berada di perguruan tinggi atau pada awal masa dewasa.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, seperti Gen X yang hanya mencapai 9 persen dan baby boomers sebesar 6 persen.

Selain itu, tingkat literasi investasi generasi ini juga relatif lebih tinggi pada usia muda. Sekitar 86 persen Gen Z sudah mempelajari investasi pribadi sebelum memasuki dunia kerja, dibandingkan hanya 47 persen pada generasi baby boomers.

Baca juga: 35 Miliarder Termuda Dunia 2026 Didominasi Gen Z, Mayoritas Pewaris Bisnis Keluarga

Perbedaan ini menunjukkan transformasi generasional dalam cara individu mengenal dan berinteraksi dengan instrumen keuangan.

Ketersediaan platform digital, biaya transaksi yang lebih rendah, serta kemudahan akses informasi menjadi faktor yang mendorong partisipasi lebih awal di pasar modal.

WEF juga menyoroti sekitar 45 persen Gen Z dan milenial mulai berinvestasi pada usia dewasa awal, dibandingkan hanya 15 persen dari generasi yang lebih tua.

KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Gen Z menunjukkan pendekatan yang berbeda terhadap investasi dibanding generasi sebelumnya.

Kompleksitas produk investasi

Selain memulai investasi lebih cepat, Gen Z juga dinilai lebih terbuka terhadap instrumen investasi yang memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi.

Baca juga: Gen Z Segmen Potensial, Prudential Syariah Perluas Edukasi Keuangan

Hal ini termasuk minat pada kripto, investasi alternatif, serta penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan dalam pengambilan keputusan finansial.

Laporan WEF menyebutkan bahwa investor muda lebih mungkin berinvestasi pada produk kompleks dibandingkan generasi sebelumnya.

Keterbukaan terhadap teknologi ini juga tercermin dari meningkatnya minat pada layanan berbasis AI dalam sektor keuangan. Sekitar 41 persen investor muda dan milenial menyatakan bersedia mengizinkan asisten AI mengelola investasi mereka.

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau